Selasa, 21 April 2026

VIDEO LIVE Talkshow Kesehatan Warta Kota, Mengatasi Trauma Anak Terhadap Dokter Gigi

Dokter gigi Anastasia Ririen Pramudyawati mengatakan bahwa trauma yang dialami oleh anak-anak untuk datang ke dokter gigi akibat pengaruh lingkungan.

Editor: Murtopo
Youtube Wartakotalive.com
Program LIVE Talkshow Kesehatan Warta Kota pekan ini bersama Drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati membahas tentang Mengatasi Trauma Anak Terhadap Dokter Gigi. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Program LIVE Talkshow Kesehatan Warta Kota pekan ini bersama Drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati membahas tentang Mengatasi Trauma Anak Terhadap Dokter Gigi.

Seperti yang diketahu selama ini banyak orang tua yang kesulitan membawa anak-anaknya ke dokter gigi.

Padahal para ahli menganjurkan agar anak-anak memriksakan kesehatan giginya ke dokter didi minimal bulan sekali.

Dokter gigi Anastasia Ririen Pramudyawati mengatakan bahwa trauma yang dialami oleh anak-anak untuk datang ke dokter gigi akibat dipengaruhi dari lingkungan.

"Anak-anak bukan miniatur orang deawasa, memperlakukan anak beda dengan memperlakukan orang dewasa. Bagi anak-anak yang banyak terjadi trauma yang mereka alami banyak akibat dari pengaruh lingkungan, ujar Anastasia Ririen Pramudyawati.

Kata Anastasia keluarga sebagai institusi terdekat punya peran besar dari kejadian trauma anak-anak untuk datang ke dokter.

Baca juga: VIDEO Ruben Onsu Akan Bela Keluarganya dari Ancaman Bully, Siap Lapor ke Polisi Senin Ini

"Maka paradigma cara berfikir tentang pentingnya kesehatan gigi dan mulut pada keluarga perlu dibangun dengan tepat. Karena kesadaran ini menyangkut bagaimana sikap yang diambil oleh keluarga untuk bisa menyipakan seluruh anggota keluarganya untuk dapat siap menjalankan protokol kesehatan rutin sehari-hari, termasuk dalam upaya kontrol atau perawatan terkait keluhan kesehatan," ujarnya.

Lebih lanjut Anastasia mengatakan bahwa terkait gigi dan mulut boleh dikatakan sekitar 6 sampai 15 persen dari populasi trauma terhadap perawatan kedokteran gigi.

Baca juga: Tekuni Bidang Akting, Atlet Ice Skating Fiorenza Shynee Sachi Kini Garap Film Konser untuk Sahabat

"Sementara dalam lingkup perkembangan trauma yag terjadi persentasenya sekitar 51 persen kejadian trauma dialami oleh anak-anak. Sementara sekitar 22 persen dialami pada usia remaja" ujarnya.

Kata Anastasia di sini pentingnya kesadaran bersama bagaimana keluarga menciptakan suasana senyaman mungkin memasukkan nilai-nilai penting pada anak agar siap menghadapi cara perawatan kesehatan dirinya termasuk kesehatan gigi dan mulut.

Lebih lanjut bisa disimak di LIVE Talkshow Wartakota.

Baca juga: Polisi dan Dinas LH Selidiki Pelaku Pembuang Limbah Medis di Pinggir Jalan Kabupaten Bekasi

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved