Breaking News:

UPDATE Kasus Penggelapan Tanah di Ciganjur Tahun 2019, Polisi Keluarkan SP3, Pelaku Tidak Terbukti

Kasus dugaan penggelapan tanah ini dihentikan penyidikannya oleh Polda Metro Jaya melalui Surat Pemberitahuan Penghentian Penyidikan (SP3).

Penulis: Lucky Oktaviano | Editor: Lucky Oktaviano
Warta Kota
Dua perempuan yang diduga melakukan penggelapan tanah di Ciganjur, Jakarta Selatan, November 2019. Ditreskrimum Polda Metro Jaya akhirnya menghentikan kasus itu dengan mengeluarkan SP3 karena tidak cukup bukti. Dua perempuan tersebut dibebaskan. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA  -- Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya menghentikan proses penyidikan kasus dugaan penggelapan tanah di Ciganjur, Jagakarsa, yang pernah dirilis di Mapolda Metro Jaya, November 2019 lalu.

Kasus dugaan penggelapan tanah ini dihentikan penyidikannya oleh Polda Metro Jaya melalui Surat Pemberitahuan Penghentian Penyidikan (SP3).

Dalam surat bernomor: B/21884/XI/RES.1.11./2019/Ditreskrimum yang ditujukan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta disebutkan bahwa mulai tanggal 21 November 2019, penyidikan Laporan Polisi No: LP/4019/VII/2019/PMJ/Ditreskrimum tanggal 4 Juli 2019 dihentikan penyidikannya dengan alasan tidak cukup bukti.

Laporan polisi yang dimaksud adalah tentang dugaan terjadinya tindak pidana penggelapan yang terjadi tanggal 1 Mei 2019 di Jakarta Selatan atas nama pelapor Safi Munasti dengan tersangka W dan N, 

Surat ini ditandatangani oleh Direktur Reskrim dan Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Suyudi Ario Seto tanggal 20 November 2019.

Dengan terbitnya surat SP3 ini penyidikan kasus dugaan penggelapan tanah ini resmi dihentikan.

Dua wanita tersangka dalam kasus ini yakni W dan N dibebaskan lantaran tidak terbukti terlibat kasus dugaan penggelapan ini.

N sendiri yang ditemui Warta Kota awal Oktober lalu mengaku senang karena akhirnya dibebaskan dan tidak terbukti terlibat kasus ini.

Tapi, kendati sudah setahun berselang dia masih merasakan trauma karena sejak awal dia sudah menyatakan bahwa dirinya tidak bersalah dan tidak terlibat kasus ini.

Namun, dia tetap dijebloskan ke tahanan tanpa sempat membela diri. Kini, dia berharap agar namanya bersih kembali dari segala catatan kriminal agar kehidupannya normal kembali.

Seperti dberitakan, pada November 2019 silam, Subdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap dua perempuan yang diduga melakukan penggelapan sertifikat tanah.

Kedua pelaku yang dibekuk adalah W, warga Tebet, Jakarta Selatan, dan N yang diketahui berprofesi sebagai notaris.

Keduanya didiga telah menggelapkan dua sertifikat lahan di Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, senilai Rp 4,5 Miliar, milik Yudarina selaku korban.

Baca juga: Gelapkan Dua Sertifikat Tanah Senilai Rp 4,5 Miliar, Dua Perempuan Mafia Tanah Dibekuk Polda Metro

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved