Breaking News:

Rudapaksa Gadis

Pria Paruh Baya di Kabupaten Tangerang Merudapaksa Wanita Muda dengan Modus Baca Garis Tangan

Pria paruh baya, J (55), asal Mauk, Kabupaten Tangerang, dicokok Polresta Tangerang setelah merudapaksa wanita berusia 21 tahun.

Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Andika Panduwinata
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menerangkan, HS ditangkap setelah polisi mendapatkan laporan terkait peristiwa itu. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Pria paruh baya, J (55), asal Mauk, Kabupaten Tangerang, dicokok Polresta Tangerang setelah merudapaksa wanita berusia 21 tahun.

Pelaku berinisial J ini menodai korbannya di sebuah perkebunan di Desa Marga Mulya, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, mengatakan modusnya J bisa melihat dan membaca masa depan melalui garis tangan.

Para wanita pengunjuk rasa menuntut keadilan atas dugaan pemerkosaan beramai-ramai terhadap seorang gadis berusia 19 tahun di negara bagian Uttar Pradesh, India, selama demonstrasi di New Delhi pada 29 September 2020.
Para wanita pengunjuk rasa menuntut keadilan atas dugaan pemerkosaan beramai-ramai terhadap seorang gadis berusia 19 tahun di negara bagian Uttar Pradesh, India, selama demonstrasi di New Delhi pada 29 September 2020. (EPA/dailymail.)

"Tersangka itu mengaku bisa tahu masa depan dari garis tangan, dan karena merasa tergiur, korban ini meminta jasa tersangka," ujar Ade kepada wartawan, Jumat (6/11/2020).

Setelah korban terhasut tipuannya, J langsung mengajak korban menuju kediamannya yang tidak jauh dari TKP.

Saat sampai di rumahnya, J langsung berakting dapat membaca garis tangan korbannya.

Namun, tersangka mendadak mengajak korban ke kawasan perkebunan.

"Soalnya tersangka mengaku jika itu merupakan syarat dalam proses pembacaan garis tangan," sambung Ade.

Makam korban rudapaksa yang digilir oleh sekolompok pemuda Desa Cihuni, Pagedangan, Kabupaten Tangerang.
Makam korban rudapaksa yang digilir oleh sekolompok pemuda Desa Cihuni, Pagedangan, Kabupaten Tangerang. (Warta Kota/Rizki Amania)

Saat tiba diperkebunan pada pukul 20.00 WIB, tersangka langsung melancarkan aksinya.

Dia meminta korban untuk memenuhi permintaannya, dan menakuti korban bila tidak dipenuhi, maka korban akan sulit mendapatkan jodoh.

"Dia langsung melakukan tindak asusilanya, dengan lebih dulu menakuti korban, dengan mengatakan kalau korban akan sulit dapatkan jodoh bila tidak memenuhi permintaannya tersebut," ungkap Ade.

Mendapati pelecehan, korban yang merasa takut langsung melaporkan kepada keluarganya.

Pihak keluarga pun turut mengadukan kejadian yang menimpa korban ke Polresta Tangerang hingga tersangka berhasil diamankan.

Dari perbuatannya, J disangkakan Pasal 81 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.


Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved