Kasus Rizieq Shihab

Mahfud MD Bilang Rizieq Shihab Ingin Pulang Terhormat Meski Seharusnya Dideportasi karena Overstay

Mahfud MD menyebut Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab seharusnya dideportasi dari Arab Saudi.

Editor: Yaspen Martinus
Kolase foto Tribun Jakarta/KOMPAS.com/Deti Mega Purnamasari
Rizieq Shihab dan Mahfud MD 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab seharusnya dideportasi dari Arab Saudi.

Rizieq Shihab disebut melanggar ketentuan imigrasi setempat.

Namun, Mahfud MD mengatakan, Rizieq Shihab ingin pulang secara terhormat tanpa melalui proses deportasi.

Baca juga: UPDATE Penghitungan Suara Pilpres AS 2020: Joe Biden Cuma Butuh 6 Poin Lagi Menuju Gedung Putih

Hal itu disampaikan Mahfud MD dalam wawancara bersama Ade Armando di kanal Youtube Cokro TV, yang dikutip Tribunnews, Kamis (5/11/2020).

"Dia akan dideportasi karena melakukan pelanggaran imigrasi."

"Nah, sekarang ini dia pulang ke Indonesia, tapi enggak mau dideportasi."

Baca juga: Kasih Naskah Cacat UU Cipta Kerja untuk Diteken Jokowi, Pejabat Kemensetneg Kena Sanksi Disiplin

"Dia ingin pulang terhormat," tutur Mahfud MD.

Mahfud MD menuturkan, masalah pelanggaran keimigrasian tersebut sepenuhnya urusan Rizieq Shihab dengan Pemerintah Arab Saudi.

Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu juga menjelaskan pelanggaran keimigrasian yang dilakukan Rizieq Shihab, karena tinggal melebihi izin yang tercantum di visa alias overstay.

Baca juga: Ogah Perbaiki Surat Panggilan, Bareskrim Jadwalkan Periksa Ahmad Yani Pekan Depan

"Dugaan pidananya enggak ada, tapi dia di sini overstay, makanya akan dideportasi sebagai pelaku pelanggar keimigrasian," jelasnya.

Sebelumnya, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab akan menuntut secara hukum orang yang menyebutnya overstay di Arab Saudi.

Sebab, menurut Rizieq Shihab, hal itu sama saja dengan menyebutnya melakukan pelanggaran.

Baca juga: Rizieq Shihab Pulang ke Indonesia Selasa 10 November 2020, Langsung Istirahat di Petamburan

"Bayan safar kami ditolak, akan tetapi diganti dengan perpanjangan visa."

"Mulai hari ini, siapa pun termasuk pejabat di Indonesia, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, kalau ada yang menyatakan saya overstay, saya akan tuntut secara hukum," tegasnya, lewat siaran langsung di kanal YouTube Front TV, Rabu (4/11/2020).

Rizieq Shihab memperingatkan orang-orang yang menyebutnya overstay supaya paham terhadap pervisaan.

Baca juga: Masih Ada Salah Tulis di UU Cipta Kerja, Mensesneg: Tak Pengaruhi Implementasi

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved