Breaking News:

Mafia Tanah

Dianggap Sebagai Mafia Tanah Lurah dan Plt Lurah di Tangsel Dijerat Hukum Tujuh Tahun Penjara

Lurah Baktijaya, Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), M Ocin, dan mantan pelaksana tugas (Plt) Lurah Baktijaya, Darmo Brmono, ditetapkan tersangka.

Penulis: Rizki Amana | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Subdit Harda Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya kembali berhasil mengungkap dan membekuk kelompok mafia tanah atau mafia properti, yang menyasar para korbannya yang hendak menjual rumah serta tanah mereka seharga miliaran rupiah. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGSEL - Lurah Baktijaya, Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), M Ocin, dan mantan pelaksana tugas (Plt) Lurah Baktijaya, Darmo Brmono, ditetapkan menjadi tersangka.

Karena keduanya terlibat dalam kasus pemalsuan akta jual beli tanah seluas 1,3 hektare yang terletak di wilayah kerjanya. 

Penetapan itu dibenarkan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangsel terkait kasus yang menyangkut dua pejabat wilayah Kelurahan Baktijaya itu. 

Dua Perempuan Mafia Tanah Dibekuk Polda Metro Jaya
Dua Perempuan Mafia Tanah Dibekuk Polda Metro Jaya (Warta Kota)

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Tangsel, Taufiq Fauzie, mengatakan kedua tersangka itu diancam pidana tujuh tahun perkara. 

"Kedua pelaku diancaman hukuman tujuh tahun penjara," kata Taufiq saat dikonfirmasi, Tangsel, Jumat (6/11/2020). 

Taufiq menuturkan, dari dua tersangka itu pihaknya menyangkakan dua pasal yang berbeda kepad masing-masing pelaku. 

Jajaran Ditreskrimum Polda Metro Jaya bersama Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono merilis sindikat kejahatan properti dengan modus membuka kantor notaris gadungan, Jumat (9/8).
Jajaran Ditreskrimum Polda Metro Jaya bersama Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono merilis sindikat kejahatan properti dengan modus membuka kantor notaris gadungan, Jumat (9/8). (Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau)

Pada tersangka Darmo disangkakan Pasal 263 dan atau Pasal 266 KUHP tentang pemalsuan surat atau membuat surat palsu. 

Sedangkan, Ocin yang saat itu menjabat sebagai Sekretaris Kelurahan (Sekel) hanya disangkakan Pasal 266 KUHP. 

"Kita sudah lakukan penerimaan tersangka dan barang bukti dari penyidik dan sanjutnya kita limpahkan ke pengadilan untuk disidangkan," pungkasnya. 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved