Breaking News:

Advertorial

Semangat Terapkan Gaya Hidup Sehat, Ini Kisah Elis Peserta Prolanis Sekaligus Pemilik Klinik

Prolanis adalah pelayanan kesehatan dengan pendekatan proaktif antara pasien, Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan BPJS Kesehatan.

jamkesnews.com
Elis Tiahesara adalah salah satu peserta prolanis yang berhasil meningkatkan gaya hidup sehat. Ia juga berprofesi sebagai dokter sekaligus pemilik Klinik Qita. 

WARTAKOTALIVE.COM, CIBINONG — Tidak ada satu orang pun yang menginginkan sakit, dan sebaik-baiknya nikmat adalah nikmat sehat.

Menjaga kesehatan dan merubah pola hidup sehat merupakan solusi agar terhindar dari penyakit. Salah satu program unggulan dalam penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) adalah Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).

Prolanis adalah pelayanan kesehatan dengan pendekatan proaktif antara pasien, Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan BPJS Kesehatan untuk mengendalikan kesehatan pasien kronis demi mencapai kualitas hidup yang optimal.

Elis Tiahesara adalah salah satu peserta prolanis yang berhasil meningkatkan gaya hidup sehat. Ia juga berprofesi sebagai dokter sekaligus pemilik Klinik Qita.

Sebagai dokter sekaligus pemilik Klinik Qita, Elis juga sering memanfaatkan kartu kepesertaan JKN-KISnya untuk menjalani kontrol atas kondisi kesehatannya.

Diketahui, dirinya yang mengidap hipertensi mengharuskan Elis untuk mengubah pola hidupnya yang lebih sehat.

“Saya sudah rutin kontrol kesehatan dan ketahuan mengidap hipertensi, lalu saya perbaiki pola gaya hidup saya seperti dengan konsumsi makanan bergizi seimbang dan rajin olahraga. Sekarang gula darah juga terkendali tanpa obat pengendali tekanan darah, cuma karena saya mengidap asma juga jadi sekarang saya hanya prolanis asma. Alhamdulillah bersyukur penyakit kronis yang saya idap semua terkendali dan tidak ada gejala penurunan kesehatan yang saya rasakan,” ujar Elis, Rabu (14/10/2020) lalu.

Peserta prolanis yang terdaftar di Klinik Qita ada sekitar kurang lebih 300 pasien, semuanya terdata dan terpantau dengan baik.

Selain pemantauan kesehatan melalui whatsapp pasien juga rutin diagendakan berbagai kegiatan dimulai dari edukasi, senam, dan gathering.

Elis menambahkan semua kegiatan prolanis ini akan percuma apabila tidak ada semangat sehat, perubahan gaya hidup pasien, dan dukungan keluarga.

Menjadi peserta prolanis sekaligus pengelola program di klinik membuat ia semakin semangat untuk mengelola dan memotivasi pasien lain agar mancapai kualitas hidup yang optimal demi kesehatan.

“Penyakit-penyakit yang termasuk penyakit kronis ini tidak bisa disembuhkan tapi bisa dikendalikan agar kondisi pasien dalam keadaan stabil, caranya dikelola dengan kegiatan promotif preventif seperti perubahan gaya hidup atau jika perlu ya konsumsi obat-obatan untuk menekan gejala yang muncul. Saya merasa sangat bersyukur dengan adanya program ini dan segala kegiatan-kegiatannya," tambah Elis.

Elis pun mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan, karena dengan Program JKN-KIS yang telah diselenggarakan dapat memberikan harapan hidup kepada pasien dengan penyakit kronis untuk mencapai keadaan stabil demi mencapai kesehatan dan kualitas hidup optimal. (*)

Editor: Ichwan Chasani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved