Breaking News:

Bawa Kabur Rp 304 Juta dari Hasil Penjualan 14 Ton Ikan, Polisi Tangkap Pelaku di Muara Baru

Aksi penangkapan itu dilakukan setelah polisi menerima laporan adanya penggelapan uang hasil penjualan ikan.

Warta Kota/Junianto Hamonangan
Tersangka Sulhaer alias Narto (31), pelaku penggelapan uang hasil penjualan ikan, digiring ke Mapolsek Kawasan Muara Baru, Kamis (5/11/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, PENJARINGAN - Seorang pria bernama Sulhaer Tewa alias Narto (31) ditangkap oleh jajaran Polsek Kawasan Muara Baru usai melakukan penggelapan hasil penjualan ikan yang mencapai Rp 304 juta.

Kapolsek Kawasan Muara Baru AKP Seto Handoko Putra mengatakan aksi penangkapan itu dilakukan setelah polisi menerima laporan adanya penggelapan uang hasil penjualan ikan.

Baca juga: Tampil Modis Bawa Tas Berinsial SYR, Syahrini Datangi Pengadilan Negeri Jaksel,ini yang Dilakukannya

Baca juga: Mensesneg Lakukan Kesalahan Tulis UU Ciptaker, Jokowi Mania: Lebih Bagus Mundur, Lebih Terhormat

Baca juga: Ini Dampaknya ke Indonesia jika Donald Trump atau Joe Biden yang Terpilih sebagai Presiden AS

"Penggelapan ini dilakukan saudara Sulhaer kurang lebih sekitar Rp 300 juta terkait dengan pembelian ikan dari salah satu perusahaan tambang di Papua," kata Seto, Kamis (5/11/2020).

Berdasarkan hasil penyelidikan, Narto membawa kabur uang hasil pengiriman 14.428 kilogram atau setara 14,4 ton ikan dari perusahaan tambang di Papua menuju ke Jakarta.

Seto menceritakan belasan ton ikan tersebut terdiri dari 4.260 kilogram ikan bawal, 10.128 kilogram ikan gerobak, dan 40,1 kilogram ikan hiu.

"Di kapal dari Papua menuju Jakarta dengan maksud untuk dijualkan kembali barang berupa ikan tersebut," kata Seto.

Setelah diterima, ikan-ikan tersebut diarahkan untuk dijual kembali di wilayah Jakarta.

Adapun uang hasil penjualan 14,4 ton ikan itu akan diputar untuk membeli ikan layang dan ikan tongkol.

Namun oleh tersangka, korban diberitahu bahwa ikan-ikan tersebut ternyata sudah habis dijual dan sudah dibelikan 8,5 ton ikan layang.

"Setelah dilakukan pengecekan di gudang tempat ikan tersebut disimpan, ternyata ikan layangnya tidak ada dan tersangka tidak dapat dihubungi," kata Seto.

Baca juga: Meski Pilpres AS Lakukan Pemungutan Suara, tapi Pemenang Ditentukan oleh Electoral College, Apa Itu?

Baca juga: Video Umumkan Tanggal Kembali ke Indonesia, Habib Rizieq: Saya Pulang tak Sembunyi-sembunyi

Baca juga: Salah Ketik Draf UU Cipta Kerja, Pejabat Kemensesneg Diberikan Sanksi

Tidak lama berselang dari laporan korban, polisi kemudian menyelidiki dan menangkap Narto di kawasan Muara Baru.

Tersangka menggunakan uang hasil penggelapan untuk kebutuhan sehari-hari.

"Karena di masa pandemi ini keadaan susah. Kami dari Polsek Kawasan Muara Baru menyayangkan karena masih ada orang-orang yang mengambil keuntungan pribadi," ucap Seto.

Atas perbuatannya, tersangka Narto dijerat dengan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. (jhs)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Mohamad Yusuf
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved