Breaking News:

Narkoba

Tidak Lengkap, Kejari Kota Depok Kembalikan Berkas Perkara Catherine Wilson Kepada Polda Metro Jaya

Tidak Lengkap, Kejari Kota Depok Kembalikan Berkas Perkara Catherine Wilson Kepada Polda Metro Jaya. Berikut Alasannya

Dokumentasi Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya
Catherine Wilson Saat diamankan polisi akibat kasus Narkoba 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Kasus dugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu yang dialami selebritis Catherine Wilson alias Keket rupanya belum juga tuntas.

Pasalnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok mengembalikan berkas Keket kepada Polda Metro Jaya setelah sebelumnya berkas tersebut telah diserahkan ke Kejari Kota Depok pada 29 September 2020.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Kota Depok Arief Syafriyanto mengatakan, belum lengkapnya berkas Keket menjadi alasan pihaknya mengembalikan ke Polda Metro Jaya.

"Berkasnya masih di Polisi," papar Arief kepada wartawan di Kejari Kota Depok, Komplek Kota Kembang, Cilodong, Depok, Rabu (4/11/2020).

Setelah batas waktu pemeriksaan berkas Keket selama 14 hari oleh Kejaksaan, pasca Polisi menyerahkan berkas karena dianggap belum memenuhi persyaratan, sehinhha dikembalikan ke Polisi.

"Kami kembalikan karena berkas belum lengkap, dan kami telah memberikan petunjuk untuk dilengkapi," paparnya.

Baca juga: Pembangunan UIII Dilanjutkan, Kemenag RI Akan Kembali Lakukan Pembebaskan Lahan

Sementara itu, Kasi Intelijen Kejari Depok, Herlangga Wisnu mengatakan, keberhasilan suatu perkara bukan hanya berkas perkara telah P21 atau pemberitahuan bahwa hasil penyidikan sudah lengkap.

Namun juga saat putusan di pengadilan telah ditentukan sesuai dengan proses hukum yang ada.

Itu sebabnya, kata Herlangga, untuk menghindari hasil yang tidak maksimal, kejaksaan meminya kepolisian melengkapi berkas yang dinilai kejaksaan masih kurang.

Baca juga: Antisipasi Penyebaran Corona, Anies Siapkan Tenda Khusus Bagi Pengungsi Banjir Positif Covid-19

"Kalau dalam persidangan tersangka bisa bebas, atau mendapat hukuman yang tidak maksimal, berarti hasil penyidikannya lemah, dan kami harus mendapatkan data yang maksimal, karena nanti kejaksaan yang akan membuktikan di Pengadilan," tutur Herlangga.

Halaman
12
Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Dwi Rizki
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved