Breaking News:

Virus Corona Tangsel

Pemuda Penyintas Covid-19 di Tangsel Minta Kaum Milenial tak Abai Menerapkan Protokol Kesehatan

Randa Yulianzah (27) dapat berbangga hati usai dirinya dipulangkan dari Rumah Lawan Covid-19 Kota Tangerang Selatan (RLC Kota Tangsel).

Wartakotalive.com/Rizki Amana
Gedung RLC Kota Tangsel yang berada di kawasan Tandon Ciater, Serpong, Kota Tangsel 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGSEL - Randa Yulianzah (27) dapat berbangga hati usai dirinya dipulangkan dari Rumah Lawan Covid-19 Kota Tangerang Selatan (RLC Kota Tangsel). 

Randa didiagnosis terinfeksi covid-19 saat dirinya mengalami demam disertai sakit tenggorokan. 

Awalnya ia tak menyangka bakal didiagnosis terinfeksi Covid-19 saat dirinya memeriksakan kesehatan kepada salah satu klinik pengobatan. 

Satu keluarga dinyatakan sembuh dari infeksi covid-19 usai menjalani isolasi dan perawatan medis di RLC Kota Tangsel
Satu keluarga dinyatakan sembuh dari infeksi covid-19 usai menjalani isolasi dan perawatan medis di RLC Kota Tangsel (Warta Kota/Rizki Amana)

Selang menjalani pengobatan, kondisi kesehatan tubuhnya justru semakin menjadi hingga disarankan pihak tenaga medis untuk menjalani swab test. 

"Ya waktu itu saya memang sempet keluar, terus pas tanggal 21 Oktober 2020 saya demam, terus saya ke dokter dulu," ujarnya, Selasa (3/11/2020).

"Habis itu saya dikasih obat emang rada sembuh, setelah itu muncul gejala baru sakit tenggorokan abis itu saya disuruh swab dan hasilnya positif," imbuh pemuda ini saat ditemui di RLC Kota Tangsel, Serpong.

Randa yang kesehariannya bekerja sebagai karyawan perusahaan swasta ini mengaku tak mengetahui awal mula dirinya dapat tertular Covid-19.

Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany saat di temui di RLC Kota Tangsel, Kamis (10/9/2020).
Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany saat di temui di RLC Kota Tangsel, Kamis (10/9/2020). (Warta Kota/Rizki Amana)

Ia mengatakan saat mengetahui hasil diagnosis swab test, dirinya langsung memutuskan untuk mengisolasi diri secara mandiri. 

Dikarenakan kondisi tempat tinggalnya yang tak memadai untuk melakukan isolasi mandiri, ia pun memutuskan untuk berpindah lokasi isolasi ke RLC Kota Tangsel. 

Benar saja, langkah tersebut membuat dirinya mendapati suasana baru hingga membuatnya puluh dari Covid-19.

"Saya enggak dirawat, saya isolasi di rumah, lalu dibawa ke sini. Saya di sini 15 hari (menjalani isolasi dan perawatan medis-red)," jelasnya. 

Masyarakat sedang mendaftarkan diri untuk dapat mengikuti tes swab massal di RLC Kota Tangsel.
Masyarakat sedang mendaftarkan diri untuk dapat mengikuti tes swab massal di RLC Kota Tangsel. (Warta Kota/Rizki Amana)

Di sisi lain, sebagai penyintas Covid-19, dirinya mengaku prihatin melihat banyaknya kaum milenial yang abai akan penerapan protokol kesehatan berupa 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun. 

Sebab, ia menilai sikap tersebut menunjukan kurang kesadaran kaum milenial dalam menyikapi pandemi Covid-19 hingga sulit memutus mata rantai penularannya. 

"Memang banyak yang abai. Pesan saya lebih baik semuanya menggunakan masker, cuci tangan, ya pokoknya jangan mengabaikan protokol kesehatan. Pokoknya dijaga semuanya. Kita sebenarnya harus aware," pungkasnya. 

Penulis: Rizki Amana
Editor: Valentino Verry
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved