Breaking News:

Berita Depok

Korban Tewas dalam Tawuran Pelajar Bukti Depok Gagal Jadi Kota Layak Anak

Babai Suhaimi, menyatakan bahwa kembalinya terjadi tawuran pelajar yang menelan korban jiwa membuktikan Wali Kota Depok, Mohammad Idris, gagal.

Penulis: Dodi Hasanuddin | Editor: Dodi Hasanuddin
Wartakotalive.com/Dodi Hasanuddin
Anggota DPRD Kota Depok, Babai Suhaimi 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Sebanyak dua pelajar di Kota Depok tewas mengenaskan akibat tawuran pelajar di Kota Depok.

Dua korban tewas tersebut terjadi pada Oktober 2020. Pertama terjadi di Jalan Raya Mangga, Pancoran Mas, Kota Depok pada Kamis (1/10/2020). 

Dalam peristiwa tersebut remaja berinisial MA (16) tewas. Remaja itu tewas akibat sabetan senjata tajam yang mengenai lehernya.

Kedua terjadi di  Jalan Raya Parung-Ciputat, Sawangan, Kota Depok pada Jumat (30/10/2020) dan menewaskan seorang pelajar berinisial MS (16).

Anggota DPRD Kota Depok, Babai Suhaimi, menyatakan bahwa kembalinya terjadi tawuran pelajar yang menelan korban jiwa membuktikan Wali Kota Depok, Mohammad Idris, gagal mengatasi tawuran pelajar.

Kejadian ini menjadi tanda bahwa Depok gagal menjadi Kota Layak Anak.

"Seharusnya dalam lima tahun tawuran pelajar ini bisa di atasi. Ini kan tidak. Dari tahun ke tahun selalu ada tawuran pelajar," kata Babai, Selasa (3/11/2020).

Baca juga: Pelaku Tawuran Pelajar Maut Depok Bacok Korbannya Hingga Sebagian Pembuluh Jantung Putus

Babai menambahkan bahwa kegagalan tersebut lantaran tidak adanya pembinaan secara khusus dab serius yang dilakukan Wali Kota Depok.

Menurut Babai, Depok gagal menjadi Kota layak anak, karena untuk menjadi kota layak anak itu ada 24 indikator yang harus dipenuhi.

Pemenuhan hak anak yang masuk dalam Klaster V perlindungan khusus salah satunya adalah korban kekerasan dan eksploitasi anak belum terpenuhi.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved