Berita Internasional

PEMERINTAH Komunis China Rombak Bangunan Masjid, Hilangkan Kubah dan Ornamen Nuansa Keislaman

Kebijakan Pemerintahan Komunis China makin memusuhi agama tertentu. Kini masjid-masjid di China dilarang memakai kubah dan ornamen keislaman lainnya

Editor: Suprapto
https://www.ampgoo.com/
Perubahan besar terlihat di masjid utama di Yinchuan, ibu kota Provinsi Ningxia, China. Sebelumnya masjid itu dilengkapi kubah dan gerbang dengan ornamen Islam, kini kubah dihilangkan dan tulisan diganti bahasa Mandarin. 

* China larang masjid pakai kubah dan dekorasi Islam

* Partai Komunis berkuasa terus tekan kelompok agama minoritas 

* China menghapus kubah bergaya Arab & elemen dekoratif lainnya dari masjid

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- China terus membuat kebijakan yang merugikan agama tertentu di negeri komunis tersebut.

Sebelumnya China membatasi jumlah kelahiran dan juga memaksa warga etnis Uighur ikut 'pendidikan' komunis meski mereka sebagian besar beragama Islam.

Kini, China menghapus kubah dan elemen dekoratif lainnya dari masjid-masjid di seluruh negeri tirai bambu tersebut.

Semua ornamen bergaya Arab atau Timur Tengah dihapus dan diganti bangunan berciri budaya Tionghoa.

Jika kita perhatikan gerbang masjid di China kini dibangun mirip gerbang Kelenteng. 

Baca juga: PENELITI China Perkirakan Wabah Virus Corona di Dunia Akan Semakin Buruk, Tapi Negara Ini Terbebas

Baca juga: CHINA Kerahkan 600 Grup Khusus dan Robot untuk Ciptakan Kekacuan di AS, Goreng Isu SARA Lewat Medsos

Berita terkini Warta Kota dari Dailymail.co.uk menyebutkan, langkah tersebut merupakan bagian dari penutupan budaya untuk menekan pengaruh Islam, menurut sebuah laporan di The Telegraph.

Masjid Nanguan di Yinchuan, ibu kota provinsi Ningxia, China, telah dipaksa untuk menghilangkan kubah hijau cerah dan menara emasnya.

Masjid di China dilarang memasang warga dan dekorasi yang menunjukkan keislaman. Gambar yang dibagikan secara online oleh Christina Scott, wakil kepala misi Inggris di China, menunjukkan bahwa masjid telah dilucuti warna dan dekorasinya.
Masjid di China dilarang memasang warga dan dekorasi yang menunjukkan keislaman. Gambar yang dibagikan secara online oleh Christina Scott, wakil kepala misi Inggris di China, menunjukkan bahwa masjid telah dilucuti warna dan dekorasinya. (twitter christina scott)

Gambar yang dibagikan secara online oleh Christina Scott, wakil kepala misi Inggris di China, menunjukkan bahwa masjid telah dilucuti warna dan dekorasinya.

Tulisan 'Masjid Nanguan' tetap ada di gedung, ditulis dalam bahasa Mandarin.

Ms Scott menulis di samping foto-foto itu: "TripAdvisor menyarankan Masjid Nanguan di Yinchuan layak dikunjungi."

"Hanya ini yang terlihat sekarang, setelah' renovasi '. Kubah, menara, semuanya hilang. Tidak ada pengunjung yang diizinkan, tentu saja. Sangat menyedihkan."

Status twitter Christina Scott, Wakil Kepala Misi Inggris di China, menunjukkan bahwa masjid telah dilucuti warna dan dekorasinya.
Status twitter Christina Scott, Wakil Kepala Misi Inggris di China, menunjukkan bahwa masjid telah dilucuti warna dan dekorasinya. (twitter christina scott)
Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved