Kawasan Puncak Kerap Macet, Pemkab Bogor Gandeng Kodim 0621 Bangun Jalur Puncak II, ini Lokasinya

Pembangunan jalur jalan ini dilakukan untuk mengatasi kemacetan parah yang melanda kawasan Puncak pada tiap akhir pekan dan libur panjang.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Mohamad Yusuf
Warta Kota/Hironimus Rama
Bupati Bogor meresmikan pembukaan jalur Jalan Puncak II di Kampung Hambalang, Kecamatan Citeureup, Senin (2/11/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, CITEUREUP - Pemerintah Kabupaten Bogor mulai merintis pembangunan Poros Tengah Timur atau Jalur Puncak II pada Senin (2/11/2020). 

Pembangunan jalur jalan ini dilakukan untuk mengatasi kemacetan parah yang melanda kawasan Puncak pada tiap akhir pekan dan libur panjang.

Untuk membangun jalur ini, Pemkab Bogor menggandeng Komando Distrik Militer (Kodim) 0621/Kabupaten Bogor dalam Program Karya Bakti Skala Besar TNI tahun anggaran 2020.

Baca juga: 8 Fakta PM Prancis Emmanuel Macron, Hina Islam dan Nabi Muhammad hingga Nikahi Nenek 67 Tahun

Baca juga: Teror di Prancis, 1 Wanita Dipenggal, 2 lainnya Tewas di Gereja, Apakah Terkait Kartu Nabi Muhammad?

Bupati Bogor, Ade Yasin mengatakan karya bakti skala besar merupakan awal dari rencana untuk membangun poros tengah timur atau istilahnya Jalur Puncak II.

“Ini merupakan solusi untuk kemacetan puncak dan juga meningkatkan perekonomian masyarakat karena jalan poros tengah timur dikelilingi sejumlah wilayah Kecamatan,” kata Ade saat membuka acara karya bakti di Kp. Hambalang, Kecamatan Citeureup, Senin (2/11/2020).

Melalui karya bakti berskala besar ini, akan dilakukan pembukaan jalan dengan lebar 30 m sepanjang 1,1 km.

“Setelah dibuka, jalan ini sudah bisa terlihat dan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menunjang kegiatan sosial ekonominya,” ujarnya.

Rencananya jalan Poros Tengah Timur akan menghubungkan jalan tol Jagorawi (dimulai dari simpang sirkuit Sentul) dan Jalan Raya Transyogi di Tanjungsari dengan panjang kurang lebih 50 Km.

Titik awal jalur ini masih di wilayah Babakan Madang, dan tembusnya sampai ke Kabupaten Cianjur.

“Semoga dengan Pemerintah Bogor menggandeng TNI untuk pembukaan jalan PTT, pemerintah provinsi dan pemerintah pusat melihat niat dan keseriusan dan berkenan melakukan perencanaan anggaran untuk pembangunan jalan ini secara maksimal,” harap Ade.

Sementara Dandim 0621/Kabupaten Bogor, Letkol Inf Sukur Hermanto mengatakan program karya bakti berskala besar ini digelar untuk membantu Pemerintah Kabupaten Bogor mewujudkan jalan poros timur tengah.

“Kami menargetkan pembukaan jalan ini rampung dalam 50 hari ke depan. Cukup singkat, pasalnya TNI lebih banyak menggunakan alat berat, dibanding tenaga prajurit,” papar Sukur.

Dia menambahkan tenaga manusia hanya untuk operator alat berat, pengawasan dan sosialisasi kepada masyarakat. 

Baca juga: Kisah Susan, Ditinggal Suami yang Pilih Selingkuhannya,Kini Sukses Usaha Katering Bergelimang Harta 

Baca juga: Ifan Seventeen Ngamuk ke Selebgram Amrazing karena Postingannya, Lo ada Masalah Sama Gw Bro?

Baca juga: Blak-blakan, PROJO Minta Erick Thohir Perbanyak Komisaris dan Direksi dari Pendukung Jokowi

“Kurang lebih personel yang dikerahkan 50 orang,” jelas Sukur.

Dia juga berharap, selama pengerjaan cuaca selalu mendukung. Pasalnya, setiap sore hari hujan terus mengguyur Bogor belakangan ini. 

“Kalau hujan kami berhenti dulu, karena berbahaya kalau diteruskan. Itu saja kendalanya soal cuaca,” pungkasnya.

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved