Breaking News:

Kriminalitas

IPW Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Penganiayaan Dua Anggota TNI oleh Geng Moge di Sumatera Barat

IPW Desak Kasus Penganiayaan Dua Anggota TNI oleh Geng Moge Diutus Tuntas. Polisi Harus Bersikap Profesional Dalam Menangani Kasus

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Dwi Rizki
HANDOVER
Detik-detik pengeroyokan di Sumatera Barat. Inilah 2 anggota klub moge Harley Davidson yang berani keroyok anggota TNI, nasibnya kini. 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane meminta para pensiunan dan mantan pejabat tinggi tidak mengintervensi kasus penganiayaan yang dilakukan sejumlah Pengendara Motor Gede (moge) terhadap dua anggota TNI.

"Selain itu IPW berharap, jajaran Polres Bukittinggi dan Polda Sumbar juga jangan mau diintervensi oleh siapapun, termasuk oleh para pensiunan yang sok kuasa," kata Neta, kepada Warta Kota, Senin (2/11/2020).

Jajaran kepolisian di Sumbar kata Neta, harus promoter dalam menangani kasus penganiayaan terhadap dua anggota TNI itu.

Para tersangka harus tetap ditahan dan jangan sampai penahanannya ditangguhkan hingga BAP nya dilimpahkan ke kejaksaan.

"Penangguhan penahanan terhadap pengendara moge yang menganiaya kedua anggota TNI itu hanya akan menimbulkan ekses negatif bagi Polres Bukittinggi dan bukan mustahil penangguhan itu akan memunculkan kemarahan kawan kawan korban," kata Neta.

Neta juga berharap, kedua korban jangan mau menerima tawaran damai dari para pelaku penganiayaan.

"Kasus ini harus menjadi pembelajaran bagi para pelaku maupun para pengendara moge lainnya agar tidak arogan, tidak ugal ugalan, dan tidak ringan tangan main keroyok di jalanan. Kasus ini perlu dituntaskan hingga di pengadilan agar terang benderang," ujarnya.

Baca juga: Desak Presiden Keluarkan Perpu Omnibus Law, KSPI Ancam 5,5 Juta Buruh Mogok Nasional

Jika kasus ini damai di tengah jalan, menurut Neta, bukan mustahil orang orang di jalanan akan dengan gampang menganiaya dan memukuli anggota TNI atau Polri di jalanan.

"Toh bisa berdamai. Akibatnya, anggota TNI dan Polri sebagai aparatur negara tidak lagi memiliki wibawa di mata masyarakat," katanya.

Jika selama ini anggota TNI Polri yang terlibat melakukan aksi kekerasan terhadap anggota masyarakat ditindak tegas dan diproses hingga ke sidang propam, seperti kasus di Ciracas, Jakarta.

Baca juga: Anies Baswedan : Pandemi Covid-19 Picu Pertumbuhan Ekonomi Perusahaan Tidak Seragam

"Maka sangatlah wajar, jika masyarakat sipil yang menganiaya dan mengeroyok anggota TNI Polri juga ditindak tegas dan kasusnya bisa dituntaskan di pengadilan," katanya.

Apalagi dalam kasus moge ini, kata Neta, para pelaku bisa dikenakan pasal berlapis, yakni melakukan penganiayaan dan melawan anggota TNI sebagai aparatur negara.

"IPW juga berharap para pimpinan TNI Polri tidak melihat kasus penganiayaan kedua anggota TNI ini sebagai kasus sepele, seperti yang dikatakan Letjen (Purn) Djamhari Chaniago," ujarnya.

Sebab kasus ini adalah kasus yang sangat serius karena menyangkut wibawa dan kredibilitas TNI sebagai aparatur negara.

"Jika kasus ini dianggap sepele, maka ke depan hanya gara gara kasus sepele, orang orang akan dengan gampang mengeroyok dan memukuli anggota TNI di jalanan," katanya.(bum)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved