Breaking News:

Virus Corona

Pejabat yang Jalan-jalan Saat Libur Panjang Jadi Contoh Tak Baik Bagi Masyarakat

Pejabat harus menjadi contoh dan role model dalam menerapkan protokol kesehatan kepada masyarakat.

Editor: Yaspen Martinus
Youtube Wartakotalive.com
Penumpang kereta api yang hendak ke luar kota jelang libur panjang sudah tampak memadati Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir, Selasa (27/10/2020). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Profesor Hadi Pratomo, epidemiolog dan Dewan Ahli Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) mengatakan, pejabat harus menjadi contoh dan role model dalam menerapkan protokol kesehatan kepada masyarakat.

Menurut Prof Hadi, jangan sampai masyarakat justru mencontoh pejabat publik yang memutuskan liburan di libur panjang akhir Oktober ini.

Hal itu disampaikan Prof Hadi saat dialog bertajuk Libur Sehat, Liburan Aman Covid-19 melalui siaran YouTube BNPB Indonesia, Sabtu (31/10/2020).

Baca juga: KRONOLOGI KPK Bekuk Hiendra Soenjoto di BSD, Dua Mobil yang Dipakai Saat Buron Ikut Disita

"Saya sudah 8 bulan tidak ketemu cucu, kita bisa tahan."

"Artinya kita harus menjadi contoh, menjadi role model."

"Yang saya lihat juga, kalau melihat berita masih ada pejabat yang enggak konsekuen ya," kata Prof Hadi.

Baca juga: 54 Daerah Ini Tak Beranjak dari Zona Oranye Selama 10 Minggu, Satgas Covid-19 Minta Segera Berbenah

"Itu saya kira tidak bagus untuk masyarakat," jelasnya.

Prof Hadi pun mengatakan, keputusan paling baik adalah tetap di rumah selama libur panjang ini.

Tentunya, untuk menghindari risiko tertular Covid-19.

Baca juga: PA 212 Minta Megawati Buang Rumusan Pancasila 1 Juni 1945 dan Bebaskan Ulama Jika Tak Mau Dicap PKI

Namun, jika tetap terpaksa berpergian, harus tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Paling bagus ya stay, tidak usah pergi."

"Kalau harus terpaksa pergi, dunianya dibalik."

Baca juga: Tanggapi Megawati, Mardani Ali Sera: Jika Milenial Kurang Berprestasi, Maka yang Salah Senior

"Kalau dulu boleh salaman, sekarang salaman bahaya," ucap Dewan Ahli Perkumpulan Pendidikan dan Promotor Kesehatan Masyarakat Indonesia (PPKMI) ini.

Berikut ini sebaran kasus Covid-19 di Indonesia per 30 Oktober 2020, dikutip Wartakotalive dari laman covid19.go.id:

DKI JAKARTA

Jumlah Kasus: 104.847 (25.8%)

JAWA TIMUR

Jumlah Kasus: 52.242 (12.8%)

JAWA BARAT

Jumlah Kasus: 35.927 (8.8%)

JAWA TENGAH

Jumlah Kasus: 33.295 (8.2%)

SULAWESI SELATAN

Jumlah Kasus: 18.339 (4.5%)

RIAU

Jumlah Kasus: 14.672 (3.6%)

SUMATERA BARAT

Jumlah Kasus: 14.285 (3.5%)

KALIMANTAN TIMUR

Jumlah Kasus: 13.975 (3.4%)

SUMATERA UTARA

Jumlah Kasus: 13.014 (3.2%)

KALIMANTAN SELATAN

Jumlah Kasus: 11.808 (2.9%)

BALI

Jumlah Kasus: 11.712 (2.9%)

BANTEN

Jumlah Kasus: 9.406 (2.3%)

PAPUA

Jumlah Kasus: 8.992 (2.2%)

SUMATERA SELATAN

Jumlah Kasus: 7.787 (1.9%)

ACEH

Jumlah Kasus: 7.394 (1.8%)

SULAWESI UTARA

Jumlah Kasus: 5.388 (1.3%)

SULAWESI TENGGARA

Jumlah Kasus: 4.926 (1.2%)

KALIMANTAN TENGAH

Jumlah Kasus: 4.339 (1.1%)

PAPUA BARAT

Jumlah Kasus: 4.136 (1.0%)

KEPULAUAN RIAU

Jumlah Kasus: 3.968 (1.0%)

NUSA TENGGARA BARAT

Jumlah Kasus: 3.966 (1.0%)

DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Jumlah Kasus: 3.803 (0.9%)

MALUKU

Jumlah Kasus: 3.790 (0.9%)

GORONTALO

Jumlah Kasus: 3.017 (0.7%)

MALUKU UTARA

Jumlah Kasus: 2.199 (0.5%)

LAMPUNG

Jumlah Kasus: 1.794 (0.4%)

KALIMANTAN BARAT

Jumlah Kasus: 1.650 (0.4%)

JAMBI

Jumlah Kasus: 1.230 (0.3%)

BENGKULU

Jumlah Kasus: 1.081 (0.3%)

SULAWESI BARAT

Jumlah Kasus: 1.027 (0.3%)

SULAWESI TENGAH

Jumlah Kasus: 855 (0.2%)

KALIMANTAN UTARA

Jumlah Kasus: 821 (0.2%)

NUSA TENGGARA TIMUR

Jumlah Kasus: 679 (0.2%)

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

Jumlah Kasus: 581 (0.1%). (Fransiskus Adhiyuda)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved