Breaking News:

Menlu AS Mainkan Isu Komunis Saat Kunjungi Indonesia, Politikus PDIP: Ada Apa?

Apalagi, kata Hasanuddin, di Indonesia Pompeo sempat menyinggung isu komunis yang sedang menjadi pro dan kontra di dalam negeri.

AP/tribunnews.com
Menlu AS Mike Pompeo (tengah) menerima plakat dari Yakut Qoumas (kiri) Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Yaqut Cholil Qoumas didampingi oleh Yahya Cholil Staquf, Sekjen Nahdlatul Ulama usai memberikan sambutan di Nahdlatul Ulama di Jakarta, Kamis, 29 Oktober 2020. (AP) 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR Fraksi PDIP TB Hasanuddin mengatakan, tidak sepantasnya Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo berbicara soal isu-isu negara lain.

Apalagi, kata Hasanuddin, di Indonesia Pompeo sempat menyinggung isu komunis yang sedang menjadi pro dan kontra di dalam negeri.

"Saya pertanyakan mengapa Pomeo menyinggung isu komunis."

Baca juga: KRONOLOGI KPK Bekuk Hiendra Soenjoto di BSD, Dua Mobil yang Dipakai Saat Buron Ikut Disita

"Padahal di negara asalnya di AS, komunis sudah tidak dijadikan isu politik lagi. Ada apa?" Tanyanya.

Ia menegaskan, melontarkan isu tanpa argumentasi yang jelas hanya akan menimbulkan keresahan di antara masyarakat Indonesia.

Bekerja sama di bidang ekonomi akibat pandemi Covid-19, ia nilai akan lebih bermanfaat untuk kehidupan kedua negara.

Baca juga: 54 Daerah Ini Tak Beranjak dari Zona Oranye Selama 10 Minggu, Satgas Covid-19 Minta Segera Berbenah

“Patut dipertanyakan maksud Pompeo menyinggung isu komunis itu untuk apa. Dasarnya apa?" Tuturnya.

Hasanuddin mengimbau agar masyarakat Indonesia tidak mudah terkecoh dengan memihak salah satu blok atau negara yang sedang berseteru.

"Indonesia konsekuen dan konsisten dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif," cetusnya.

Baca juga: PA 212 Minta Megawati Buang Rumusan Pancasila 1 Juni 1945 dan Bebaskan Ulama Jika Tak Mau Dicap PKI

Sebelumnya, Menlu AS Mike Pompeo mengungkapkan bahaya Partai Komunis Cina terhadap semua agama, di acara GP Ansor, Kamis (29/10/2020).

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved