Serie A

Romelu Lukaku Absen saat Inter Milan Menjamu Parma

Romelu Lukaku tak memperkuat Internazionale Milano pada laga melawan Parma, Minggu (1/11) dini hari WIB, pada pekan keenam Serie A Italia 2020-2021.

Penulis: Merdi Iskandar | Editor: Merdi Iskandar
SERGEI SUPINSKY/AFP
Penjaga gawang Shakhtar Donetsk Anatolii Trubin (kanan) melakukan penyelamatan dari percobaan ke gawang pemain depan Inter Milan asal Belgia Romelu Lukaku (kiri) selama pertandingan sepak bola Liga Champions UEFA antara Shakhtar Donetsk dan Inter Milan 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Romelu Lukaku tidak akan memperkuat Internazionale Milano pada laga melawan Parma, Minggu (1/11/2020) dini hari WIB, pada pekan keenam Serie A Italia 2020-2021.

Lukaku tengah mengalami masalah pada pahanya, sehingga absen pada duel yang berlangsung di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, itu.

Lukaku menjalani pemindaian magnetic resonance imaging (MRI) setelah merasa tidak nyaman dengan pahanya, ketika Inter ditahan imbang tanpa gol oleh Shakhtar Donetsk, di Liga Champions, Rabu (28/10/2020) dini hari WIB.

Kemudian, Inter mengonfirmasi pemain asal Belgia itu mengalami cedera otot di paha kirinya dan kondisinya akan terus dipantau.

“Romelu Lukaku menjalani pemindaian MRI di Humanitas Institute di Rozzano pada pagi ini, menyusul masalah yang muncul selama pertandingan Liga Champions, hari Selasa, melawan Shakhtar Donetsk,” demikian bunyi pernyataan Inter di laman resmi mereka.

“Hasil pemindaian menunjukkan bahwa dia mengalami ketegangan di paha kirinya. Kondisinya akan dipantau setiap hari,“ tambah Inter.

Kabar itu jadi pukulan telak bagi pelatih Inter, Antonio Conte, yang timnya selalu bermain imbang di dua laga perdana Grup B Liga Champions, melawan Borussia Monchengladbach dan Shakhtar.

Lukaku sendiri telah mencetak sembilan gol pada 11 penampilan di semua kompetisi musim ini.

Pada musim lalu pemain berusia 27 tahun itu mencetak 34 gol di semua kompetisi.

Dia menyamai rekor gol terbanyak yang dipegang oleh legenda Brasil, Ronaldo, pada debutnya untuk Inter.

Ketajaman Lukaku itu yang membuat Conte selalu mengandalkan dia di lini depan timnya.

Menurut kolumnis Serie A, Richard Hall, permainan Inter di bawah kendali Conte malah jadi monoton.

Permainan Inter yang terlalu bertumpu kepada Lukaku telah dibaca oleh lawan-lawan mereka.

Meski dia mampu memberikan poin untuk timnya, tetapi dia harus bekerja sendirian di lini depan.

“Inter Milan memang tim yang kuat, tetapi jika Conte tidak mengubah ketergantungannya kepada Lukaku, maka secara perlahan I nerazzurri akan menjadi tim yang berstatus biasa-biasa saja,” tulis Hall, di Football Italia.

“Mengingat pola permainan maupun tumpuan serangan yang dilakukan oleh Inter sudah terbaca jelas ke mana arahnya. Tentu kondisi ini menjadi pertaruhan bagi nama besar seorang Antonio Conte, selaku pelatih maupun Inter Milan sebagai klub raksasa Serie A,” tambah Hall.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved