Breaking News:

Borobudur Marathon

Panitia Terapkan Protokol Kesehatan Ketat Diajang Borobudur Marathon Elite Race 2020

Kegiatan lomba yang diadakan di tengah pandemi Covid-19 membuat panitia penyelenggara menerapkan protokol kesehatan ketat

Penulis: Abdul Majid | Editor: Umar Widodo
Instagram/borobudur.marathon
Para pelari Elite Pro pria sedang berlomba di Borobudur Marathon 2019 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Lomba lari Borobudur Marathon Elite Race 2020 akan berlangsung pada 15 November 2020 di Taman Lumbini Kompleks Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Kegiatan lomba yang diadakan di tengah pandemi Covid-19 membuat panitia penyelenggara menerapkan protokol kesehatan ketat yang diadopsi baik dari WHO maupun World Athletic.

30 atlet atau pelari terpilih atas rekomendasi PB PASI sebelum menjalani lomba mereka bakal dipantau kesehatannya bahkan harus menjalani karantina selama empat hari.

“Yang pasti karena kita harus sangat menjaga kesehatan atlet-atlet, jadi sebelum mereka datang juga sudah ada monitoring kesehatan dari tim dokter,” kata Andreas Kansil, Race Director Borobudur Marathon 2020 dalam perbincangan di Instagram Borobudur Marathon, Kamis (29/10/2020).

Andreas Kansil Race Director Borobudur Marathon 2020
Andreas Kansil Race Director Borobudur Marathon 2020 (Facebook/andreaskansil)

“Nah ketika mereka datang ada beberapa prosedur yang harus mereka lalui, termasuk tes PCR atau swab test setelah itu menjalani karantina H-4 sebelum lomba dimulai,” sambungnya.

Andreas menjelaskan karantina yang dilakukan kepada 30 atlet tidak akan membuat mental mereka tertekan karena tidak bisa kemana-mana.

Karantina yang dilakukan nantinya tetap memperbolehkan para atlet untuk tetap menjaga kondisi tubuh dan panitia juga menyiapkan fasilitas-fasilitas lainnya untuk menunjang kondisi tubuh dan mental para atlet sebelum berlomba.

“Karantina yang dimaksud nanti itu bukannya harus diam di kamar saja ya. Jadi semua atlet yang menjalani karantina mereka tetap bisa menjalankan aktivitasnya seperti latihan lari, pemanasan atau lainnya. Hanya saja areanya kita batasi dan kita buat jadwal agar mereka tidak berbarengan melakukan latihan.”

Pelari bisa berinteraksi dengan penonton dan warga sekitar merupakan khas dari Borobudur Marathon
Pelari bisa berinteraksi dengan penonton dan warga sekitar merupakan khas dari Borobudur Marathon (Instagram/@borobudur.marathon)

“Di karantina nanti pokoknya spesial lah. Kita siapkan kebutuhan atlet baik dari segi menu makanannya hingga fisiotherapy. Jadi kondisi mental dan fisik mereka tidak akan terganggu,” jelasnya.

Tak hanya itu, penerapan protokol kesehatan juga terus diterapkan bahkan saat sebelum race hingga race usai.

Para pemain wajib mengenakan masker ketika di area perlombaan. Mereka baru boleh membuka masker ketika ada aba-aba start dimulai. Setelah sampai garis finis, para pelari kembali harus mengenakan masker.

“Ketika start pun mereka harus menerapkan physical distancing dan juga sebelum lomba dimulai mereka pakai tetap pakai masker, hanya saja sesaat atau sebelum aba-aba start dibunyikan mereka boleh copot masker.”

“Kemudian ketika finis kita juga sangat ketat, jadi sebelum mereka masuk ke tenda mereka harus menggunakan masker dan setelah semua proses penyerahan hadiah selesai mereka kembali ke karantina atau buble. Setelah 14 hari perlombaan mereka juga akan kembali dites lagi,”pungkasnya.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved