Breaking News:

Persikabo 1973

Ravi Murdianto Kiper Persikabo 1973 Galau Liga 1 Belum Jelas Juga Kelanjutannya

Ravi yang baru bergabung dengan Persikabo 1973 pada musim ini merasakan galau karena lanjutan Liga 1 belum jelas juga

Penulis: Umar Widodo | Editor: Umar Widodo
Instagram/@ravimurdianto95
Penjaga gawang Persikabo 1973, Ravi Murdianto 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Mantan penjaga gawang Timnas U-19 yang sekarang bermain untuk Persikabo 1973, Ravi Murdianto menyikapi soal ketidakpastian lanjutan kompetisi Liga 1 2020.

Ravi yang baru bergabung dengan Persikabo 1973 pada musim ini, sebelumnya bermain untuk PSCS Cilacap di Liga 2 merasakan galau karena lanjutan Liga 1 bergulir juga.

Dampak dari pandemi Covid-19 mengakibatkan kompetisi Liga 1 2020 yang baru berjalan tiga pekan dihentikan oleh PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai operatornya.

Meskipun libur, Ravi tetap berlatih mandiri untuk menjaga kebugaran tubuhnya
Meskipun libur, Ravi tetap berlatih mandiri untuk menjaga kebugaran tubuhnya (Instagram/@ravimurdianto95)

Kondisi itu masih terus berlangsung, akibatnya klub-klub peserta Liga 1 sudah ada yang meliburkan bahkan menghentikan aktifitas klubnya karena ketidakjelasan sikap dari PSSI dan PT LIB.

Persikabo 1973 termasuk klub Liga 1 yang meliburkan sementara para pemain dan ofisialnya. Ravi Murdianto juga mengalaminya dan mengungkapkan perasaannya dengan sikon persepakbolaan Indonesia saat ini.

Baca juga: Rezky Ikhwan Pemain Persikabo 1973 Merespon Positif Dilanjutkannya Liga 1

“Ya tidak masalah diliburkan lagi, karena kita juga masih menunggu keputusan jadwal liga kapan resmi dimulai. Walaupun libur saya tetap jaga kondisi dengan berlatih mandiri, untungnya waktu bersama keluarga jadi lebih banyak,” ujar Ravi yang berpangkat Serda CPM TNI AD ini.

Ravi Murdianto juga aktif sebagai anggota TNI AD dengan pangkat Serda yang berdinas di Pomdam 4 Diponegoro, Semarang
Ravi Murdianto juga aktif sebagai anggota TNI AD dengan pangkat Serda yang berdinas di Pomdam 4 Diponegoro, Semarang (Instagram/@ravimurdianto95)

Tentu saja ada dampak yang ditimbulkan dari tidak adanya kompetisi dan diliburkannya pemain yang cukup lama ini. Klub juga merasakan kesusahan karena harus membayar gaji pemain dan ofisial sementara pemasukan tidak ada.

“Dampak untuk pemain yang pertama hilangnya jam terbang bermainnya. Kedua rindu akan suasana pertandingan yang ramai dan ketiga faktor ekonomi yaitu gaji pemain jadi tidak menentu karena klub juga tidak ada pemasukan."

Baca juga: Igor Nikolayevich Kriushenko Matangkan Skema Permainan Persikabo 1973

"Harapan saya semoga Liga 1 bisa diijinkan kembali bergulir oleh Mabes Polri selaku otoritas pemegang ijin untuk keramaian, tanpa mengindahkan protokol kesehatan," tambahnya.

PT LIB sebagai Operator Liga 1 sebenarnya sudah mengajukan perijinan ke Mabes Polri untuk melanjutkan kompetisi Liga 1 dengan menjalankan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat kepada pemain, ofisial tim dan pendukung lainnya. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved