Breaking News:

PSK Jalani Bisnis Prostitusinya di Indekosan, Dibunuh Pelanggannya, Uang Dibawa Kabur

Monang membenarkan bahwa SS melakukan usaha prostitusi terselubung secara pribadi di kosan.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Mohamad Yusuf
Warta Kota/Rangga Baskoro
Lokasi kost-kosan tempat seorang PSK dibunuh pelanggannya, Jalan Rahayu 1, RT 04/01, Kelurahan Marga Mulya, Bekasi Utara, Senin (26/10/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI UTARA - Monang Pardede, Ketua RW 01 Kelurahan Marga Mulya, Bekasi Utara mengatakan wanita PSK berinisial SS (24) yang dibunuh oleh pelanggannya sendiri baru menempati kamar indekosnya selama 1 minggu.

Hal itu diketahuinya berdasarkan pengakuan dari satpam tempat kost yang juga jadi lokasi pembunuhan.

Baca juga: Viral Video Habib Rizieq Sekeluarga akan Pulang ke Indonesia, kembali Berjuang Bersama Umat Islam

Baca juga: Beredar Video Habib Rizieq, Sebut Kondisi Negara Terpuruk, Minta Ulama hingga Akivis Lakukan ini

Baca juga: Kalahkan Gaethje, ini Hal Terpuji yang Dilakukan Khabib Nurmagomedov di Pertandingan Terakhirnya

"Baru seminggu tinggal di sana, kata satpam sih begitu," ucap Monang saat ditemui di kediamannya, Bekasi Utara, Senin (26/10/2020).

Meski begitu, Monang ragu bahwa keterangan yang dikatakan oleh satpam setempat benar adanya.

Pasalnya, kosan tersebut dinilainya selama ini sangat sulit untuk dipantau lantaran letaknya yang berada di dalam.

"Tapi kita enggak tahu itu benar atau enggak. Soalnya agak sulit mendata warga di tempat itu, alasannya privasi lah, takut pencemaran nama baik lah. Jadi agak susah," katanya.

Meski begitu, Monang membenarkan bahwa SS melakukan usaha prostitusi terselubung secara pribadi.

Ia mengetahuinya lantaran ikut mengevakuasi jenazah korban saat peristiwa itu terjadi pada Minggu (25/10/2020) lalu.

"Dari mana kita tahu? Dari chattingan itu. Iya PSK, dia chat, chattingan sama pelaku. Saya di situ pas evakuasi jenazah," ujar Monang.

Sebelumnya, seorang PSK berinisial SS (24) tewas dibunuh pelanggannya, pria berinisial BA di RT 04/01, Kelurahan Marga Mulya, Kecamatan Bekasi Utara, Minggu (25/10/2020) lalu.

Baca juga: Usai Bentuk KAMI, Hasil Survei Tingkat Keterpilihan Gatot Nurmantyo jadi Capres Justru Merosot

Baca juga: PSBB Transisi Kembali Diperpanjang, Anies Minta Masyarakat tidak Mudik saat Libur Panjang

Baca juga: Sebut Pemerintah telah Berhasil Kendalikan Covid-19, Luhut Akui Pakai Strategi ini

Keduanya berkenalan melalui aplikasi MiChat dan langsung melakukan negosiasi tarif, disepakati bahwa BA akan membayar Rp 450 ribu sekali melakukan hubungan intim.

Adapun motif pelaku, Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP Alfian Nurrizal mengatakan bahwa pelaku ingin menguasai uang korban yang disimpan di dalam dompet.

"Usai bersetubuh, pelaku menusuk leher dan perut korban menggunakan pisau yang dibawanya. Sekarang pelakunya sudah kami amankan," ujar Alfian. (abs)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved