Berita Jakarta

Kerap Jadi Lokasi Balap Liar, Petugas Bakal Pasang Garis Kejut di Jalan Gunung Sahari IX

Kerap Jadi Lokasi Balap Liar, Jalan Gunung Sahari IX Akan Dipasang Garis Kejut. Tujuannya agara tidak ada lagi balap liar di sekitar lokasi

Penulis: Desy Selviany | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Ilustrasi pebalap liar 

WARTAKOTALIVE.COM, SAWAH BESAR - Jalan Gunung Sahari IX, Gunung Sahari Utara, Sawah Besar, Jakarta Pusat yang kerap jadi lokasi balap liar akhirnya akan dipasang garis kejut.

Garis kejut akan dibuat oleh Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat.

Kepala Seksi Operasional Sudin Perhubungan Jakarta Pusat Syamsul Mirwan mengatakan rencananya garis kejut akan dibuat pekan depan.

Saat ini pihaknya tengah membahas dan menggodok pemasangan garis kejut tersebut.

"Karena itu terkait UU LLAJ 22/2009, kalau cuma di gang atau lingkungan biasa enggak ada masalah. Tapi itu kan jalan umum jadi harus ada kesepakatan semua pihak," ujar Syamsul dihubungi Sabtu (24/10/2020).

Baca juga: Anies Ajak Warga Donor Darah sebagai Kontribusi Atasi Pandemi Covid-19

Kesepakatan tidak hanya berasal dari sisi warga saja, namun juga para pemilik gedung-gedung yang berada di Jalan Gunung Sahari IX.

Jika tidak ada pembahasan mendalam tentang permintaan garis kejut dikhawatirkan terjadi masalah baru.

"Kami bisa saja buatkan garis kejut, tapi sekali lagi itu kan jalan utama. Kalau ada kecelakaan karena garis kejut, maka kami bisa dikenakan class action atau dituntut masyarakat umum," jelas Syamsul.

Baca juga: Puting Beliung Porak-porandakan Wilayah Bekasi Utara, Dua Orang Warga Dilaporkan Terluka

Nantinya pembahasan terkait permohonan garis kejut di Jalan Gunung Sahari IX untuk mencegah balap liar itu akan dipimpin oleh Seksi Lalu Lintas dari Sudinhub Jakarta Pusat.

"Rencananya minggu depan akan dibahas sama seksi Lalu Lintas," ungkap Syamsul.

Selain itu Syamsul berharap selain garis kejut ada juga pengamanan dari aparat setempat agar jalan itu terbebas dari balap liar.

Sebab menurut Syamsul, garis kejut di badan jalan bukanlah satu-satunya solusi untuk mencegah adanya balapan motor liar.

Baca juga: Bikin Kaget, Pemuda Ini Lompat dari Atas Jembatan Tol Jakarta-Serpong Setinggi Sepuluh Meter

"Ada aspek lain yang harus dilihat, mulai dari pengamanan dan penindakannya dari polisi. Selain itu fungsi binaan ke masyarakat setempat dari kelurahan atau kecamatan juga penting," papar Syamsul.

Ia mencontohkan kawasan Medan Merdeka Utara, Medan Merdeka Selatan, dan Medan Merdeka Barat yang tetap menjadi lokasi balap liar.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved