Breaking News:

Berita Jakarta

Warga Gunung Sahari Utara Muak dengan Balapan Liar, Minta Dipasang Garis Kejut, Ini Penjelasan Lurah

Warga Gunung Sahari Utara muak dengan balapan liar yang kerap terjadi di wilayah Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat tersebut.

Kompas.com/Taufiqurrahman
Ilustrasi balap liar. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kini, warga Gunung Sahari Utara muak dengan balapan liar yang kerap terjadi di wilayah Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat tersebut.

Warga di Kelurahan Gunung Sahari Utara pun berharap, adanya tindakan keras dari instansi terkait seperti polisi dan pemerintah setempat.

Bahkan, sejumlah warga meminta instansi terkait agar jalan yang kerap dijadikan ajang balap liar itu dipasangkan garis kejut.

Mengenai keluhan warga akan maraknya aksi balap liar diungkap Lurah Gunung Sahari Utara Yanti Srihidayanti.

Baca juga: Jalan Asia Afrika dan Jalan Pemuda Senayan Kerap Jadi Ajang Balap Liar, Polisi Tilang 11 Mobil

Baca juga: Mengaku Ingin Bubarkan Balap Liar, 3 Koboi Jalanan Umbar Tembakan Hingga Lukai 8 Warga Berbohong

Baca juga: Lukai Delapan Warga, Tiga Pelaku Penembakan Misterius Berdalih Bubarkan Aksi Balap Liar

Yanti mengaku, pihaknya kerap menerima aduan dari warga yang kerap risih dengan balapan liar yang terjadi di Jalan Gunung Sahari IX RW 004.

Pihak Kelurahan juga sebenarnya sudah mengajukan permohonan pengamanan dari aparat kepolisian.

"Hampir setiap malam sabtu atau malam minggu selalu ada balapan liar. Kami sudah lapor Kapolda dan personil polisi sudah turun," ujar Yanti dihubungi Jumat (23/10/2020).

Namun pihak pembalap liar kerap kucing-kucingan dengan aparat polisi setiap gelar balap liar.

Sehingga warga Gunung Sahari Utara masih kerap terganggu dengan suara gaduh dan bising yang kerap ditimbulkan para pembalap liar itu.

Halaman
1234
Penulis: Desy Selviany
Editor: Panji Baskhara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved