Breaking News:

Banjir Jakarta

Tak Becus Atasi Banjir Pemprov DKI Diminta Belajar dari Kota Surabaya

Panitia Khusus (Pansus) Banjir DPRD DKI Jakarta menyarankan Pemprov DKI untuk belajar menangani banjir dari Kota Surabaya, Jawa Timur.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Rangga Baskoro
Zita Anjani, Anggota DPRD DKI Jakarta fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) memantau lokasi kebakaran di Kelurahan Rawa Bunga, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (23/9). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Panitia Khusus (Pansus) Banjir DPRD DKI Jakarta menyarankan Pemprov DKI untuk belajar menangani banjir dari Kota Surabaya, Jawa Timur.

Sebab, secara Geografis Surabaya memiliki kemiripan dengan Ibu Kota. Yakni posisinya yang sama berada di tepi laut, dan juga datarannya rendah.

Dua alat berat sedang mengetuk endapan lumpur dan sampah di Kali Banjir Kanal Barat di kawasan Kampung Bakti, Cideng, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2020).
Dua alat berat sedang mengetuk endapan lumpur dan sampah di Kali Banjir Kanal Barat di kawasan Kampung Bakti, Cideng, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2020). (Wartakotalive.com/M Nur Ichsan Arief)

Ketua Pansus Banjir DPRD DKI Jakarta, Zita Anjani, mengatakan pihaknya memilih mendatangi Kota Surabaya, Kamis (22/10/2020), karena 10 tahun silam mereka juga dilanda banjir yang sangat parah.

Saat itu, 52 persen wilayahnya terendam banjir hingga berdampak buruk bagi warganya.

“Kemudian di bawah kepemimpinan bu Risma (Wali Kota Surabaya), Surabaya berhasil menurunkan banjir sampai 2,3 persen. Itu adalah bukti narasi yang dikerjakan,” kata Zita, Jumat (23/10/2020).

Hakim Anggota Bintang Al menyampaikan penundaan sidang class action banjir Jakarta 2020 di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2020).
Hakim Anggota Bintang Al menyampaikan penundaan sidang class action banjir Jakarta 2020 di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2020). (Warta Kota/Joko Supriyanto)

Zita mengatakan, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kemudian memberikan lima saran kepada Pemprov DKI Jakarta melalui Pansus Banjir DPRD DKI.

Pertama, ketika membuat jalan pemerintah harus memastikan saluran di bagian bawahnya dalam kondisi baik.

“Untuk DKI belum sinkron, karena masih mengutamakan membangun jalan sedangkan salurannya tidak diperhatikan,” jelas Zita.

Kedua, memperhatikan kapasitas catchment atau area tangkapan air sesuai dengan saluran yang ada. Tujuannya, agar air bisa ditampung dan dialirkan ke saluran.

“Ketiga, air adalah anugerah dari Tuhan. Baik itu datangnya dari laut, lokal, ataupun kiriman. Pasti sulit (dibendung), makanya kita jangan hanya berdalih, kerja keras lebih baik,” ungkapnya.

Banjir di Jakarta
Banjir di Jakarta (Warta Kota)
Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved