Info BNN

Jadi Pasar Menggiurkan buat Bandar, Deputi Bidang Pencegahan BNN RI Sebut Indonesia Darurat Narkoba

"Narkoba tidak berhenti di masa pandemi ini. Faktanya, bulan Mei lalu, BNN berhasil menyita narkotika ratusan Kilogram...."

Wartakotalive.com/m21
Forum diskusi bertema 'Menggelorakan kampanye nasional #hidup100persen-sadar, sehat, produktif dan bahagia' di hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (22/10/2020). 

Saat ini narkoba memasuki jenis baru, yaitu NPS (new psychoactive substances) atau narkoba sintesis, di mana BNN mencatat ada 900 jenis di dunia dan 77 di antaranya telah beredar di Indonesia.

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Deputi Bidang Pencegahan BNN RI Anjan Pramuka Putra mengatakan, Indonesia saat ini sedang fokus pada penanggulangan virus Covid-19.

Namun, ada satu permasalahan yang tidak boleh disepelekan meski pandemi Covid-19, yaitu narkoba.

Menurut dia, Indonesia darurat narkoba.

Baca juga: Pertanggungjawaban Terhadap Masyarakat, BNN Musnahkan 139 kilogram Sabu

Baca juga: 464 Napi Narkoba Kelas Kakap Dipindahkan ke Nusakambangan

Bahkan, Indonesia menjadi pasar yang menggiurkan untuk bandar narkoba.

"Narkoba tidak berhenti di masa pandemi ini. Faktanya, bulan Mei lalu, BNN berhasil menyita narkotika ratusan Kilogram. Sebuah bukti bahwa narkoba tetap beredar tak peduli sedang pandemi atau tidak," tutur Anjan Pramuka Putra dalam forum diskusi bertema 'Menggelorakan kampanye nasional #hidup100persen-sadar, sehat, produktif dan bahagia' di hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (22/10/2020).

Lebih lanjut dipaparkan, dari survey BNN dengan lembaga ilmu pengetahuan Indonesia (LIPI)-terakhir 2019 lalu, ada 1,8 persen warga Indonesia atau sekiran 3,4 juta orang dari usia 10 hingga 59 tahun jatuh dalam penyalahgunaan narkoba.

Hal itu pun menjadi perhatian oleh pihaknya.

Baca juga: BNN Dukung Bila Beroperasi Kembali di Massa PSBB Transisi di Ibu Kota

Baca juga: 4 Menit 15.000 Unit Poco X3 NFC Ludes, Mi Store Diserbu Konsumen, Apa Menariknya Ponsel Xiaomi Ini?

Narkoba jenis baru

Parahnya lagi, saat ini narkoba memasuki jenis baru yaitu NPS (new psychoactive substances).

Narkoba ini adalah narkoba sintesis, di mana BNN mencatat ada 900 jenis di dunia, dan 77 di antaranya telah beredar di Indonesia.

"73 sudah diundangkan di peraturan menteri kesehatan, 4 sisanya sedang di proses. Memang kami tidak bisa lengah untuk ini," tambahnya.

Baca juga: Kakak Sakit Tifus Adik Operasi Amandel, Nico Manfaatkan Program JKN-KIS, Semua Ditanggung BPJS

Baca juga: Menengok Paus Fransiskus dan Kontroversi Persoalan Homoseksual, Paus Dukung LGBT?

Dua metode

Anjan menambahkan, ada dua metode yang harus dilakukan guna mengatasi peredaran narkoba, yaitu memutus mata rantai peredarannya dan menekan jumlah pengguna guna menghentikan peredaran narkoba.

Sebagai Deputi Bidang Pencegahan BNN RI, menggelorakan kampanye nasional #hidup100persen-sadar, sehat, produktif dan bahagia pun menjadi salah satu caranya.

Kampanye ini dianggap lebih lebih ampuh untuk generasi muda agar jauh dari narkoba. Artinya, dengan menjadi sadar akan bahaya narkoba, memilih hidup sehat, maka setiap individu akan lebih produktif dan bahagia tanpa harus menyentuh narkoba.

Tujuannya kedepannya pun akan diperoleh jika kampanye ini berhasil. Jika tidak ada pengguna narkoba, maka peredaran narkoba pun akan terhenti nantinya. (m21)

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved