Breaking News:

Berita Jakarta

Ini Alasan Mengejutkan Remaja Pembuang Bangkai Kepala Anjing di Jakarta Timur Selama Tiga Bulan

Lurah Munjul, Sumarjono mengatakan pihaknya melakukan operasi tangkap tangan terhadap pelaku pembuang bangkai kepala anjing.

Wartakotalive.com/Junianto Hamonangan
Pelaku pembuang bangkai kepala anjing di Jalan Raya Munjul, Kelurahan Munjul, Kecamatan Cipayung, Jakarta Tinur, ditangkap,Jumat (23/10/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, CIPAYUNG - Dede (18), pelaku pembuang bangkai kepala anjing di Jalan Raya Munjul, Kelurahan Munjul, Kecamatan Cipayung, Jakarta Tinur, Jumat (23/10/2020) ditangkap.

Lurah Munjul, Sumarjono mengatakan pihaknya melakukan operasi tangkap tangan terhadap pelaku pembuang bangkai kepala anjing itu selama tiga bulan terskhir.

"Sekarang baru tertangkap tangan dan langsung kita tindak tegas dan dibawa ke kantor kelurahan untuk BAP," kata Sumarjono, Jumat (23/10/2020).

Sumarjono mengatakan, dalam kurun waktu tiga bulan tersebut, sering ditemukan bangkai kepala anjing yang dibuang sembarangan di pinggir jalan tepatnya di wilayah RW 02 Munjul.

Alhasil petugas PPSU harus segera membuang bangkai tersebut karena baunya yang sangat menyengat tercium oleh warga sekitar maupun pengendara mobil dan motor yang melntas.

“Pelaku dikenakan sanksi denda administrasi Rp 100 ribu dan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya,” katanya.

Buang Bangkai Kepala Anjing Berpindah Tempat

Dede membuang jeroan dan bangkai kepala anjing di wilayah Kelurahan Kelapa Dua Wetan dan Cibubur, Kecamatan Ciracas serta Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung.

"Jadi sudah diincar PPSU empat Kelurahan, dia setiap buang berpindah-pindah lokasi," ungkap Sumarjono.

Sumarjono menambahkan bahwa Dede selalu berpindah pindah lokasi ketika membuang limbah yang biasa dilakukan pada malam hingga dini hari agar tidak ketahuan petugas.

Setiap kali melakukan aksinya, Dede juga selalu membuang lebih dari satu bangkai kepala dan setumpuk jeroan anjing dalam plastik ukuran besar di pinggir jalan.

Baca juga: KPK Bakal Dalami Temuan Mendagri Soal Anggaran Daerah Rp 252,78 T yang Tersimpan di Bank

Pelaku diketahui sebagai pekerja di rumah jagal anjing di kawasan Kelapa Dua Wetan, Ciracas.

Seriap harinya Dede diperintahkan membuang kepala anjing usai dipotong.

Majikan hanya mengambil dagingnya sedangkan untuk kepalanya setiap harinya dibuang. Kini pelaku mengaku jera dan berjanji tidak akan membuang kepala anjing di tempat publik.

"Dia mengaku disuruh bosnya. Bosnya sendiri atas nama Ucok Pandi Frans tadi kita panggil datang ke kantor Kelurahan, karena anak buahnya ini (Dede) tidak membawa identitas," katanya.

Kepada petugas, Dede mengaku mendapat upah Rp 50 ribu dari majikannya tersebut atas setiap perbuatannya membuang kepala dan jeroan anjing dari usaha jagal dan tempat makan. 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved