Pariwisata

Hari Ini Airport Tax di 13 Bandara Ini Dihapus, Harga Tiket Pesawat Jadi Lebih Murah

Demi menggairahkan dunia pariwisata di tengah tekanan pandemi corona, pemerintah memberikan stimulus penghapusan pajak bagi penumpang pesawat.

Editor: Wito Karyono
Warta Kota/Andika Panduwinata
Ilustrasi: Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang semakin dibanjiri calon penumpang semenjak pemerintah menerapkan kelonggaran atau relaksasi. Pada Jumat (15/5/2020) ini pengguna jasa Bandara Soetta tampak berjejal di Terminal 2. Mulai hari ini aiport tax penumpang dihapus di 13 bandara termasuk bandara Soetta 

Menurut Awaluddin, sepanjang Januari – September 2020, jumlah total pergerakan penumpang (berangkat, datang, transit) di 19 bandara PT Angkasa Pura II, baik itu rute internasional maupun domestik, mencapai 27,30 juta orang.

Baca juga: MRT Jakarta Gandeng Pemprov DKI, Kemenhub dan ADB, Gelar Webinar Internasional

Pada periode yang sama, jumlah penumpang yang berangkat di penerbangan rute domestik di lima bandara dalam skema insentif PSC (Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Kualanamu, Silangit, Banyuwangi) adalah sebanyak 7,40 juta orang atau mencapai 68 persen dari total penumpang yang hanya berangkat di rute domestik di 19 bandara.

Khusus di Bandara Soekarno-Hatta, jumlah penumpang yang berangkat di rute domestik mencapai 5,51 juta orang atau sekitar 75 persen dari total penumpang berangkat di lima bandara tersebut.

“Data ini menandakan bahwa lima bandara yang termasuk di dalam skema insentif PSC memiliki kontribusi cukup signifikan dalam lalu lintas penerbangan di 19 bandara PT Angkasa Pura II.

Baca juga: Kronologi Mahmudin Tewas Tertabrak Kereta Api di Flyover Cibinong, Polisi: Terpental Beberapa Meter

Kami akan berkoordinasi dengan maskapai agar program stimulus ini dapat dimanfaatkan dengan baik dalam upaya meningkatkan utilisasi penerbangan,” ujar Muhammad Awaluddin.

Kenapa Hanya 13 Bandara

 Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan mengeluarkan stimulus baru bagi industri penerbangan. Namun, stimulus tersebut hanya berlaku di 13 bandara tertentu saja.

Adapun stimulus yang berikan pemerintah yakni, menanggung tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) atau Passenger Service Charge (PSC) di 13 bandara Indonesia.

Baca juga: Legislator DKI Bakal Panggil Dinkes Buntut Kisruh Pemprov DKI dengan Pekerja Ambulans Gawat Darurat

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto mengatakan, stimulus ini dikeluarkan dalam rangka meningkatkan pariwisata di Indonesia.

Atas dasar itu, tak semua bandara akan mendapatkan insentif ini.

“Jadi memang pada awalnya ini semua di-address ke pariwisata. Saya sekaligus menjawab kenapa Surabaya tidak dimasukkan, karena ini sekali lagi di-address untuk pariwisata. Sehingga agar tidak salah alamat,” ujar Novie dalam konferensi pers virtual, Kamis (22/10/2020).

Novie menjelaskan, mulanya stimulus ini akan dianggarkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Sebab, stimulus ini merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah ke sektor parawisata di masa pandemi Covid-19.

Baca juga: Takut Bawa Virus Corona dari Luar Rumah, Bunga Zainal Tolak Peran Film Televisi dan Sinetron

“Sebenarnya budget ini awalnya dialokasikan ke Kementerian Pariwisata, sehingga kita tidak bisa lepas dari tempat-tempat parawisata yang awalnya ditujukan untuk diberikan stimulus,” kata Novie.

Novie pun berkeyakinan dengan adanya insentif ini bisa mendongkrak sektor pariwisata di dalam negeri yang tengah terpuruk karena pandemi Covid-19.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved