Pariwisata

Hari Ini Airport Tax di 13 Bandara Ini Dihapus, Harga Tiket Pesawat Jadi Lebih Murah

Demi menggairahkan dunia pariwisata di tengah tekanan pandemi corona, pemerintah memberikan stimulus penghapusan pajak bagi penumpang pesawat.

Editor: Wito Karyono
Warta Kota/Andika Panduwinata
Ilustrasi: Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang semakin dibanjiri calon penumpang semenjak pemerintah menerapkan kelonggaran atau relaksasi. Pada Jumat (15/5/2020) ini pengguna jasa Bandara Soetta tampak berjejal di Terminal 2. Mulai hari ini aiport tax penumpang dihapus di 13 bandara termasuk bandara Soetta 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Demi menggairahkan dunia pariwisata di tengah tekanan pandemi corona, pemerintah memberikan stimulus penghapusan pajak bagi penumpang pesawat.

Pemerintah memberikan stimulus berupa penghapusan biaya Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) atau dikenal sebagai Passenger Service Charge (PSC) .

Stimulus diberikan kepada para penumpang pesawat yang berangkat dari 13 bandara untuk mendorong kebangkitan industri penerbangan dan pariwisata.

Baca juga: Mulai 23 Oktober Pemerintah Beri Stimulus PSC, Harga Tiket Pesawat di 5 Bandara ini jadi lebih Murah

Baca juga: Pemerintah Beri Stimulus PSC di 5 Bandara AP II: Tiket Lebih Murah, Penerbangan Makin Pulih

“Stimulus ini sangat positif karena dapat meringankan masyarakat. Harga tiket pesawat bisa lebih murah,” kata President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (23/10/2020).

Sebelumnya, pemerintah melalui Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto menandatangani kesepakatan bersama pemberian stimulus penerbangan tarif pelayanan jasa penumpang pesawat udara bersama dengan Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), dan Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (INACA).

Penghapusan PSC alias airport tax ini diberikan kepada penumpang pesawat untuk keberangkatan domestik di 13 bandara mulai 23 Oktober – 31 Desember 2020, sebelum pukul 00.01 WIB tanggal 1 Januari 2021.

Baca juga: Ayah, Ibu, dan Tiga Anak Tewas Kehabisan Oksigen saat Kebakaran Hebat

Menurut Awaluddin, PSC tersebut akan tetap dibayarkan kepada PT Angkasa Pura II, tetapi bukan dari penumpang pesawat, melainkan dari pemerintah menggunakan APBN.

Dia menjelaskan, penghapusan biaya PSC bagi penumpang berlaku di lima bandara keberangkatan domestik Angkasa Pura II, yaitu Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang), Kualanamu (Deli Serdang), Halim Perdanakusuma (Jakarta), Silangit (Siborong-borong), dan Banyuwangi.

Selama ini, tarif PSC yang ditambahkan kepada tiket penumpang untuk keberangkatan dari Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta sebesar Rp 130.000 per penumpang dan Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta Rp 85.000 per penumpang.

Baca juga: Lowongan Kerja di Shopee Banyak Posisi Lokasi Jakarta untuk Lulusan Sarjana dan Fresh Graduate

Kemudian Bandara Halim Perdanakusuma Rp 50.000 per penumpang, Bandara Silangit Rp 60.000 per penumpang, Bandara Banyuwangi Rp 65.000 per penumpang, dan Bandara Kuala Namu Rp 100.000 per penumpang.

“Dengan stimulus ini, biaya PSC tidak lagi dikenakan kepada penumpang,” ujarnya.

Ia menilai insentif PSC ini dapat mendorong maskapai untuk kembali membuka/menambah layanan rute domestik, lalu maskapai menambah frekuensi terbang di rute yang sudah ada, dan bandara dapat meningkatkan utilisasi slot time penerbangan.

Baca juga: Jadi Pasar Menggiurkan buat Bandar, Deputi Bidang Pencegahan BNN RI Sebut Indonesia Darurat Narkoba

“Stimulus ini diyakini dapat membuat penerbangan semakin optimal berkontribusi ke perekonomian, dan turut mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),” katanya.

Dampak yang diharapkan dari insentif ini juga adalah meningkatnya pergerakan penumpang di bandara meningkat dan naiknya tingkat keterisian penumpang di pesawat (load factor).

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved