Breaking News:

Virus Corona Tangsel

Airin Rachmi Diany Evaluasi Kebijakan karena Angka Kematian Pasien Covid-19 Meningkat

Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Airin Rachmi Diany, prihatin melihat angka kematian pasien virus corona di wilayahnya yang terbilang tinggi.

Penulis: Valentino Verry | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Rizki Amana
Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGSEL - Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Airin Rachmi Diany, prihatin melihat angka kematian pasien virus corona di wilayahnya yang terbilang tinggi.

Karena itu, Airin terpaksa mengevaluasi penanganan pasien Covid-19.

Kondisi tersebut membuat Tangsel menjadi satu-satunya wilayah yang berstatus zona merah dengan risiko penularan Covid-19 tinggi di Provinsi Banten.

Alifah Wati (30) penyintas covid-19 yang dipulangkan dari RLC Kota Tangsel
Alifah Wati (30) penyintas covid-19 yang dipulangkan dari RLC Kota Tangsel (Warta Kota)

"Kami lakukan beberapa evaluasi. Saya sudah instruksikan insya Allah kami akan bahas dan diskusi dengan Dinas Kesehatan. Sehingga Tangsel tidak zona merah lagi," ujar Airin, Jumat (23/10/2020).

Menurut Airin, salah satu fokus evaluasi yang dilakukan ialah penanggulangan Covid-19 dari sisi hilir.

Seperti ketersediaan tempat tidur khusus pasien positif di rumah sakit.

Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany (kiri) bersama Menko PMK, Muhadjir Effendi saat berada di kawasan Serpong Utara, Tangsel.
Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany (kiri) bersama Menko PMK, Muhadjir Effendi saat berada di kawasan Serpong Utara, Tangsel. (Warta Kota/Rizki Amana)

"Kami evaluasi persoalan meninggal itu karena apa. Apakah karena terlambat masuk penanganannya," kata Airin.

Selain itu, Pemerintah Kota Tangsel juga mengevaluasi kesiapan rumah sakit dari sisi ketersediaan fasilitas dan obat-obatan untuk merawat pasien Covid-19.

Dengan begitu, Airin berharap penanganan pasien positif bisa dilakukan secara maksimal sekaligus menekan angka kematian akibat Covid-19 di Tangsel.

Para pelanggar PSBB Kota Tangsel di kawasan Nusa Loka, Serpong, Tangsel pada Rabu (16/9/2020).
Para pelanggar PSBB Kota Tangsel di kawasan Nusa Loka, Serpong, Tangsel pada Rabu (16/9/2020). (Warta Kota)

"Apakah mungkin kurang fasilitasnya, apakah obatnya yang kurang dan yang lainnya. Nah ini yang kami lakukan evaluasi, sehingga semaksimal mungkin kami dorong orang yang sakit," ungkapnya Airin.

Untuk diketahui, Pemkot Tangsel melalui Satuan Gugus Tugas mengumumkan penambahan 12 kasus positif Covid-19, Jumat (23/10/2020).

Dengan adanya lonjakan penambahan kasus tersebut, total kasus positif Covid-19 di Tangsel mencapai 1.587 kasus.

Ilustrasi - Vaksin covid-19 sedang dikembangkan, dan menjadi rebutan banyak negara
Ilustrasi - Vaksin covid-19 sedang dikembangkan, dan menjadi rebutan banyak negara (europeanpharmaceuticalreview.com)

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.387 pasien dinyatakan sembuh. Sementara angka kematian akibat positif Covid-19 berjumlah 75 kasus karena ada tambahan satu kematian.

Saat ini, terdapat 125 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat atau isolasi mandiri.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved