Breaking News:

Larangan Kantong Plastik

Ada 80 persen Lebih Konsumen Jakarta Bersedia Beralih ke Kantong Belanja Ramah Lingkungan

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi menyatakan, mayoritas konsumen di Ibu Kota bersedia beralih dari kantong plastik ke KBRL.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Andy Pribadi
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Pedagang gorengan melayani pembeli di Kawasan Pademangan, Jakarta Utara, masih menggunakan kantong plastik, Kamis (2/7/2020). 

“Solusi-solusi yang diarahkan perlu mengutamakan kepentingan rakyat, daya beli masyarakat, budaya masyarakat Indonesia, dan juga faktor higienis di jaman Covid-19 ini.

"Definisi ramah lingkungan juga seyogyanya cukup jelas dan bisa diimplementasikan secara konsisten sampai di lapangan,” jelasnya.

Ketua Gerakan Plastik Akal Sehat Indonesia (PASTI) Naning Adiningsih Adiwoso menambahkan, pusat perbelanjaan di Indonesia didominasi memakai kantong kertas atau kantong spunbond/PP non-woven.

Tetapi masyarakat Indonesia termasuk DKI Jakarta, paling banyak memakai kantong keras adalah kelas menengah-bawah.

Sedangkan di pasar-pasar tradisional pada umumnya masih memakai kantong plastik kresek biasa.

Hal itu terungkap setelah pihaknya melakukan survei sejak awal Juli sampai pertengahan Oktober 2020.

“Jadi, harus diakui transisi ini tidak akan mudah, tetapi disitulah pentingnya banyak pilihan-pilihan solusi ramah lingkungan, termasuk kantong singkong yang tidak larut air ini (karena untuk pakai ulang), sehingga persaingan ekonomi akan membuat harga-harga kantong ramah lingkungan terjangkau semua lapisan masyarakat,” jelasnya. (faf)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved