Breaking News:

Berita Jakarta

Tutup Aliran Kali Sunter, Dua Pemancingan di Cipinang Melayu Dibongkar Petugas

Tutup Aliran Kali Sunter, Dua Pemancingan di Cipinang Melayu Dibongkar. Keduanya telah beroperasi sejak tahun 2014 silam

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Petugas PPSU melakukan pembongkaran kolam pemancingan di RT 04 dan RT 09 RW 09, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Rabu (21/10/2020). Kedua pemancingan tersebut dibongkar karena menghalangi aliran Kali Sunter. 

WARTAKOTALIVE.COM, MAKASAR - Pemerintah Kota Jakarta Timur membongkar dua tempat pemancingan di RT 04 dan RT 09 RW 09, Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur pada Rabu (21/10/2020).

Lurah Cipinang Melayu, Agus Sulaeman mengatakan dua pemancingan liar itu dibongkar karena keberadaannya dianggap menghambat aliran Kali Sunter untuk mengalirkan air hujan.

“Hari ini kami lakukan pembongkaran bersama Satpol PP. Jadi mereka membendung aliran Kali Sunter jadi pemancingan,” kata Agus, Rabu (21/10/2020).

Baca juga: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini Kampanye Terselubung, Dukung Ery Cahyadi dalam Pilwalkot Surabaya

Total luas pemancingan yang dikelola oleh dua pemilik yang berbeda itu mencapai sekitar 3.000 meter persegi di mana keduanya telah beroperasi sejak tahun 2014 silam.

Pembongkaran sebagai upaya untuk mengatasi masalah luapan Kali Sunter di Cipinang Melayu.

Apalagi Pemprov DKI Jakarta kini dalam tahap pembebasan lahan warga untuk normalisasi Kali Sunter yang akan dikerjakan pemerintah pusat.

"Lahan pemancingan ini akan dikembalikan fungsinya sebagai upaya dalam mengurangi dampak banjir di Kelurahan Cipinang Melayu," ungkapnya.

Baca juga: Rizal Ramli Sebut Sri Mulyani Menteri Keuangan Terbalik, Bahagiakan Debitur Tapi Sengsarakan Rakyat

Sebelumnya pihak pengelola telah mendapat surat peringatan (SP) pada 9 Oktober 2020 agar membongkar sendiri tempat tersebut. Namun hingga 20 Oktober 2020, pemilik tidak kunjung membongkarnya.

Hingga pada akhirnya tempat pemancingan itu pun dibongkar oleh petugas gabungan karena dianggap tidak mempedulikan pemberitahuan yang telah diberikan sebelumnya.

"Untuk pembongkaran bendungannya menyusul, karena harus menggunakan alat berat. Menunggu bantuan alat berat dari Sudin SDA (Sumber Daya Air). Untuk penutupan tadi kondusif," ujarnya. (jhs)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved