Olimpiade

Erick Thohir Berkomitmen Gelar Olimpiade pada 2032

Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, mengatakan Indonesia serius menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.

Penulis: Abdul Majid | Editor: Valentino Verry
Dok. Tribun Timur - Tribunnews.com
Menteri BUMN Erick Thohir 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, mengatakan Indonesia serius menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.

Ini dibuktikan dengan langkah yang dilakukan Menteri BUMN Erick Thohir saat menyempatkan diri bertemu dengan Presiden IOC, Thomas Bach, di Swiss baru-baru ini.

Erick diketahui membicarakan situasi olahraga di tengah pandemi Covid-19 dengan Bach. Selain itu, juga dibahas pencalonan diri Indonesia sebagai tuan rumah Olimpiade 2032.

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sports Sepeda Indonesia (PB ISSI), Raja Sapta Oktohari saat ditemui di Wisma Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (4/9/2020).
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sports Sepeda Indonesia (PB ISSI), Raja Sapta Oktohari saat ditemui di Wisma Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (4/9/2020). (Tribunnews/Abdul Majid)

“Kedatangan Pak Erick mendapat sambutan positif oleh IOC,” ujar Raja dalam keterangan resmi yang diterima Tribunnews, Rabu (21/10/2020).

“Ini sekaligus menandakan Indonesia serius menjadi tuan rumah Olimpiade 2032,” imbuhnya.

“Kini kami tengah menyiapkan langkah-langkah lanjutan untuk terus mematangkan persiapan tersebut,” lanjut Raja.

“Pak Erick yang telah menjadi Menteri BUMN memiliki concern dengan olahraga,” katanya lagi.

Menpora Zainudin Amali bersama dengan Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari beserta jajarannya saat mengumumkan CdM kontingen Indonesia untuk Olimpiade 2020 Tokyo di Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (31/12/2019).
Menpora Zainudin Amali bersama dengan Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari beserta jajarannya saat mengumumkan CdM kontingen Indonesia untuk Olimpiade 2020 Tokyo di Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (31/12/2019). (Tribunnews/Abdul Majid)

“Bahkan bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Pariwisata, dan Bappenas menyatakan komitmennya untuk mendukung perkembangan olahraga di Indonesia. Apalagi, Indonesia mau menjadi tuan rumah Olimpiade,” sambungnya.

Lebih lanjut, Raja mengatakan, NOC Indonesia tengah menunggu jadwal Rapat Terbatas bersama Presiden Joko Widodo. Agendanya, membahas persiapan bidding Olimpiade 2032.

“Semoga bisa terlaksana dalam waktu dekat untuk berkoordinasi dengan semua kementerian sehingga Indonesia bisa dipercaya menjadi tuan rumah Olimpiade 2032,” kata Raja.

Menpora Zainudin Amali saat menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pencairan dana pelatnas Olimpiade di Media Center Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (11/2/2020).
Menpora Zainudin Amali saat menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pencairan dana pelatnas Olimpiade di Media Center Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (11/2/2020). (Tribunnews/Abdul Majid)

Sembari menunggu agenda Rapat Terbatas, Raja menjelaskan bahwa NOC Indonesia juga terus meningkatkan komunikasi secara intensif dengan IOC.

Tak cuma itu, NOC Indonesia juga sudah mulai menyusun materi yang akan dipresentasikan pada bidding nanti.

Bahan paparan tersebut, kata Raja,  akan disiapkan bersama-sama dengan lintas Kementerian.

“Setelah Ratas, saya akan berangkat ke IOC. Sekali lagi ini untuk menguatkan peluang kita menjadi tuan rumah Olimpiade 2032,” katanya.

Selain Indonesia, beberapa negara seperti Unifikasi Korea, Australia, India, China, Jerman dan Qatar telah menyatakan ketertarikannya untuk maju bidding Olimpiade 2032.

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari dan Ketum PSSI Mochamad Iriawan saat menyaksikan latihan Timnas U-19 di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Jumat (28/8/2020).
Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari dan Ketum PSSI Mochamad Iriawan saat menyaksikan latihan Timnas U-19 di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Jumat (28/8/2020). (Tribunnews/Abdul Majid)

NOC Indonesia juga tengah melakukan pemetaan negara-negara pesaing demi memenangkan proses bidding Olimpiade.

Okto menjelaskan, Indonesia memiliki peluang besar memenangkan bidding Olimpiade 2032.

Sebab, IOC sempat memberikan pesan pemanfaatan legacy, dukungan pemerintah dan masyarakat, serta efisiensi biasa. Faktor-faktor tersebut, kata Okto, sudah dimiliki Indonesia.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved