Jumat, 24 April 2026

Demo UU Cipta Kerja

Top… TNI/Polri tak Terpancing Godaan Massa Anarko di Patung Kuda

Pola pengawalan TNI/Polri pada aksi demo menolak UU Cipta Kerja di Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat,patut diacungi jempol.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Valentino Verry
Wartakotalive.com/Desy Selviany
Mahasiswa unjuk rasa di Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2020) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pola pengawalan TNI/Polri pada aksi demo menolak UU Cipta Kerja di Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat, patut diacungi jempol.

Pada aksi demo yang kesekian kali itu, Selasa (20/10/2020), aparat TNI/Polri tampil santai dan tak terpancing godaan massa anarko yang ingin kembali membuat kericuhan.

Massa anarko sendiri membubarkan diri setelah dikawal oleh aparat TNI. Mereka membubarkan diri menjelang magrib. 

Pengakuan seorang pemuda yang menyebut sebagai Ketua Anarko Sindikalis dengan inisial A1. Ia juga menyebut nama-nama para anggtanya yang sembua diberi inisiap A1 A2 A3 A4. Netizen jadi inget ukuran kertas.
Pengakuan seorang pemuda yang menyebut sebagai Ketua Anarko Sindikalis dengan inisial A1. Ia juga menyebut nama-nama para anggtanya yang sembua diberi inisiap A1 A2 A3 A4. Netizen jadi inget ukuran kertas. (twitter @lord_kobra)

Pantauan Wartakotalive.com, ratusan massa anarko enggan membubarkan diri ketika mengambil alih Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Gambir, Jakarta Pusat.

Namun, polisi tidak menembakan gas air mata saat lemparan botol dan petasan dilemparkan massa anarko.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Heru Novianto hanya meminta massa anarko yang beringas untuk menahan serangan.

"Kami tidak akan menyerang. Maka adik-adik kami harap pulang," ujar Heru.

Sejumlah mahasiwa berusaha bergerak maju ke depan Istana negara, namun dihalangi oleh para petugas kepolisian. Mereka demo didi depan Patung Kuda Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (21/10/2019)
Sejumlah mahasiwa berusaha bergerak maju ke depan Istana negara, namun dihalangi oleh para petugas kepolisian. Mereka demo didi depan Patung Kuda Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (21/10/2019) (Warta Kota/Joko Supriyanto)


Namun demikian, mereka masih bertahan di lokasi. Pukul 17.40 WIB massa membakar ban di dekat Patung Kuda Arjuna Wiwaha.

Namun, Polisi dan TNI tidak juga terpancing. Mereka tetap bertahan dengan aksi simpatik tanpa merespons serangan berupa gas air mata.

Komandan Kodim (Dandim) 0501/ Jakarta Pusat (JP) BS Kolonel Inf Luqman Arief pun terus membujuk massa agar pulang.

Massa akhirnya mau pulang asalkan ada pengawalan dari TNI. Luqman pun menyanggupi hal tersebut. Aparat TNI keluar pagar berduri menuju ke kerumunan massa.

Demonstrasi buruh di Kawasan Berikat Nusantara (KBN), Jalan Cakung Cilincing, Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (25/11/2015) siang, ricuh.
Demonstrasi buruh di Kawasan Berikat Nusantara (KBN), Jalan Cakung Cilincing, Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (25/11/2015) siang, ricuh. (Beritajakarta.com/Suriaman Panjaitan)


"Baik kawan-kawan. Kalian akan dikawal aparat TNI. Maka segera pulang, orang tua kalian menunggu," ujar Luqman kepada massa.

Sekitar satu kompi aparat dari Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Darat (AD) masuk halaman Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata RI.

Mereka keluar pagar berduri lewat satu pintu Gedung Sapta Pesona. Dengan tertib para massa anarko itu berjalan pulang ke arah Thamrin dikawal oleh aparat TNI.

Mereka membubarkan diri pukul 18.00 WIB menjelang magrib.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved