Breaking News:

Berita Bogor

Tingkatkan Produktivitas dan Daya Saing, Pemkab Bogor Canangkan Budaya Kerja Gercep

Pandemi Covid-19 telah berdampak pada seluruh sektor kehidupan masyarakat. Produktivitas dari semua sektor menurun dratis dan pengangguran meningkat

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Andy Pribadi
Wartakotalive.com/Hironimus Rama
Suasana Rapat Isu Strategis Peningkatan Produktivitas tahun 2020, di Hotel Lor In Sentul, Kecamatan Babakan Madang, pada Selasa (20/10/2020). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com Hironimus Rama

WARTAKOTALIVE.COM, BABAKAN MADANG - Pandemi Covid-19 telah berdampak pada seluruh sektor kehidupan masyarakat. 

Produktivitas dari semua sektor menurun dratis dan pengangguran semakin meningkat.

Hal itu juga dirasakan oleh Kabupaten Bogor. Covid-19 membuat Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Daerah menurun 10,54 persen.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Burhanudin, saat membuka Rapat Isu Strategis Peningkatan Produktivitas tahun 2020, di  Hotel Lor In Sentul, Kecamatan Babakan Madang, pada Selasa (20/10/2020).
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Burhanudin, saat membuka Rapat Isu Strategis Peningkatan Produktivitas tahun 2020, di Hotel Lor In Sentul, Kecamatan Babakan Madang, pada Selasa (20/10/2020). (Wartakotalive.com/Hironimus Rama)

Turunnya kinerja ekonomi membuat persentase penduduk miskin akhir tahun 2020 diperkirakan meningkat 2,48 persen dan Tingkat Pengangguran Terbuka di akhir tahun 2020 diprediksi meningkat sebesar 3,77 persen.

Hal itu diungkapkan  Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin, saat membuka Rapat Isu Strategis Peningkatan Produktivitas tahun 2020, di  Hotel Lor In Sentul, Kecamatan Babakan Madang, pada Selasa (20/10/2020).

Dia melanjutkan turunnya kinerja ekonomi menjadi tantangan yang cukup berat di tengah upaya Pemerintah Kabupaten Bogor meningkatkan produktivitas dan daya saing daerah untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

"Di sisi kelembagaan, sebagai bagian dari upaya reformasi birokrasi dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, Pemerintah Kabupaten Bogor telah  mencanangkan budaya kerja gerak cepat (Gercep), "ujarnya. 

Meskipun susah, lanjut dia, kondisi pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat Pemerintah Kabupaten Bogor untuk terus membangun.

“Pada awal tahun 2018 terdapat 44 desa tertinggal di Kabupaten Bogor,  melalui intervensi kebijakan multisektoral dalam Program Pancakarsa Pemerintah Kabupaten Bogor berhasil mengentaskan 40 Desa dari ketertinggalan sehingga di tahun 2020 hanya tersisa 4 desa yang kami targetkan selesai pada tahun 2021,” imbuhnya.

Bansos tunai

Sementara dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid 19, Pemkab Bogor melakukan kebijakan penanganan kesehatan dibarengi dengan berbagai program pemulihan ekonomi dan sosial.

“Kami menyiapkan program bansos tunai untuk UMKM dan korban PHK, disamping itu pembangunan sarana prasarana infrastruktur juga diupayakan terus berjalan,” jelas Burhanudin.

"Berbagai program tersebut merupakan upaya menjaga dan meningkatkan produktivitas serta daya saing daerah untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved