Breaking News:

Omnibus Law

Polda Metro Siap Mediasi Perwakilan Pendemo UU Cipta Kerja Temui Pihak Pemerintah

"Kami siap memediasi perwakilan kelompok massa yang berdemo, untuk bertemu dengan pihak terkait."

istimewa
Bupati Bogor Ade Yasin menemui para buruh yang berdemo di Pemda Kabupaten Bogor, Jumat (16/10/2020) 

WARTA KOTA, SEMANGGI - Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana menyatakan siap memediasi perwakilan massa pendemo yang akan menggelar aksi unjuk rasa menolak UU Ciptaker, Selasa (20/10/2020) , untuk bertemu dengan pihak pemerintah agar dapat menyampaikan aspirasi mereka.

Karenanya Nana mengimbau massa aksi yang berdemo tidak terlalu banyak, karena selain rentan terpapar Covid-19 juga rentan disusupi pihak tak bertanggung jawab yang ingin memicu kerusuhan.

Baca juga: Video, Sebut Dirinya Orang Kaya Nongkrongnya di Mal, Wanita ini Disindir Telak Crazy Rich Surabaya

Baca juga: Suami Celurit Pria yang Pergoki Telanjang dengan Istri di Kamar, Ternyata Mantan PSK

Baca juga: Polisi Sebut Cai Changpan Napi yang Kabur dari Lapas Tangerang Bunuh Diri, Fadli Zon: Ajaib

"Kami siap memediasi perwakilan kelompok massa yang berdemo, untuk bertemu dengan pihak terkait. Karenanya kami harapkan jumlah massa yang berdemo tidak usah datang terlalu banyak," kata Nana, saat dikonfirmasi, Selasa (20/10/2020).

Meski begitu kata Nana, pihaknya tetap siap mengamankan dan mengawal jalannya aksi unjuk rasa agar berjalan tertib dan tidak terjadi anarkisme.

"Kami sudah siap mengamankan dan mengawal jalannya aksi. Kami harapkan demonstrasi berjalan tertib, dan kelompok massa yang berdemo mampu memproteksi kelompoknya agar tak disusupi perusuh," katanya.

Sebab kata Nana pihaknya akan melakukan langkah tegas kepada siapapun yang melakukan kerusuhan dan anarkisme saat berunjuk rasa.

Sebelumnya jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya berhasil mengamankan tiga orang remaja yang berperan sebagai provokator atau penggerak para pelajar, melakukan kericuhan dalam demonstrasi menolak UU Cipta Kerja.

Ketiga orang tersebut terbukti telah melakukan hasutan dan berita bohong terkait ajakan kepada para pelajar, untuk berbuat kerusuhan dalam demo menolak UU Ciptaker, melalui akun Facebook dan Instagram.

Mereka adalah MLAI (16), WH (16), dan SN (17).

"Ketiga orang inilah yang mengajak pelajar datang tanggal 8 Oktober dan tanggal 13 Oktober lalu untuk berbuar kerusuhan. Kemudian mengundang lagi untuk datang demo tanggal 20 Oktober hari ini agar kembali melakukan kerusuhan ya," papar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Selasa (20/10/2020).

Ia mengatakan MLAI dan WH berperan melakukan provokasi ajakan berbuat kerusuhan kepada anak-anak SMK/STM. Kedua orang tersangka melakukan ajakan tersebut lewat grup yang ada di Facebook.

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Mohamad Yusuf
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved