Tirta Sayaga Ciseeng

Sejak Wabah Covid Wisata Permandian Air Panas Ini Sepi Pengunjung, Tiap Hari Paling Cuma 10 Orang

Sedangkan untuk bisa bermain di kolam renang, pengunjung dikenakan tarif Rp 25.000 per orang. Ada belasan kamar untuk permandian air panas

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Dedy
Wartakotalive.com/Hironimus Rama
Tempat wisata Tirta Sayaga di Gunung Kapur, Ciseeng, Kabupaten Bogor 

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR --- Sejak wabah Covid-19 melanda tanah air pada Maret 2020 lalu, tempat wisata permandian air panas Tirta Sayaga di Gunung Kapur, Ciseeng, Kabupaten Bogor hingga kini masih sepi pengunjung.

“Sejak Covid-19 pada Maret 2020 lalu, kami sudah buka tutup beberapa kali,” kata H. Kuslim, pengelola air di Tirta Sayaga Gunung Kapur, Ciseeng, Sabtu (17/10).

Menurut dia, saat ini tingkat kunjungan wisatawan ke tempat wisata ini sangat sedikit.

“Hari biasa bisa 10-15 orang, kalau akhir pekan bisa sampai 50 orang,” ujarnya.

Kondisi ini, lanjut dia, berbeda dengan suasana sebelum Covid-19 dimana pengunjung hari biasa berada di atas angka 50 orang dan akhir pekan sekira 200-400 orang.

“Biasanya akhir pekan paling kurang 200 hingga 400 orang pengunjung. Jadi bisa sampai 1.000 orang selama sepekan,” ujarnya.

Selain permandian air panas, tempat wisata ini juga menyiapkan 3 kolam renang dan wahana permainan anak-anak seperti monorail, mobocar, gajah terbang, kereta mini, dan wahana air.

Selain itu, ada juga layanan terapi lintah, bekam dan pengobatan impotensi. Tetapi layanan ini sifatnya panggilan.

“Saat ini yang buka hanya permandian air panas, wahana air dan permainan anak-anak masih ditutup,” papar Kuslim.

Tempat permandian air panas di Tirta Sayaga memiliki 2 jenis kamar yaitu VIP 1 dengan tarif Rp 125.000 per 1 jam dan kamar VIP 2-5 dengan tarif Rp 100 per jam.

Sedangkan untuk bisa bermain di kolam renang, pengunjung dikenakan tarif Rp 25.000 per orang.

Ada belasan kamar untuk permandian air panas di tempat wisata ini.

“Kamar VIP ada 5, sementara kamar standar ada 14. Di hari biasa, kamar standar dibuka 7, Sedangkan akhir pekan buka 14 kamar,” pungkas Kuslim.

Pantauan Wartakotalive.com, suasana tempat wisata ini memang sepi sekali.

Hal ini terlihat dari parkiran yang hanya diisi beberapa sepeda motor dan mobil saja.

Hanya ada beberapa keluarga yang ditemui Wartakotalive.com pada Sabtu (17/10).

Umumnya mereka datang dalam rombongan keluarga, mulai dari anak-anak kecil hingga kakek nenek.

Baca juga: Manfaatkan Lahan Tidur di Masa Pandemi, Kampung Onom Kabupaten Tangerang Panen Jagung dan Ikan Lele

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved