Breaking News:

Berita Nasional

Hari Pangan Sedunia, Fadli Zon : Pemerintah Seharusnya Mendorong Petani Jadi Pengusaha Pangan

Hari Pangan Sedunia, Fadli Zon : Pemerintah Seharusnya Mendorong Petani Jadi Pengusaha Pangan, Bukan Menguasai Sektor Pangan

istimewa
Fadli Zon dalam workshop bertajuk 'The Role of Parliamentarians in Addressing the Challenges of COVID-19 through Implementation of Existing International Biosecurity and Biosafety Frameworks' (Peran Parlemen Dalam Menjawab Tantangan Global COVID-19 Melalui Kerangka Biosecurity dan Biosafety Internasional) yang diadakan oleh Parliamentarians for Global Action dan diikuti oleh sejumlah anggota parlemen dari Indonesia dan Malaysia pada Selasa (22/09/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Hari Pangan Sedunia kembali diperingati di dunia.

Organisasi Pangan dan Pertanian dunia (FAO) memilih tajuk utama, yakni 'Grow, Nourish, Sustain, Together' dalam peringatan HAri Pangan Sedunia yang bertepatan dengan pandemi virus corona.

Melalui tema ini, FAO dinilai Fadli Zon ingin menyerukan solidaritas global membantu pemenuhan kebutuhan pangan, terutama untuk kelompok masyarakat paling rentan.

"Pandemi Covid-19 ini memang telah membawa kita pada satu rantai krisis yang sangat serius, mulai dari krisis kesehatan, ekonomi, dan kemudian krisis pangan," papar Fadli Zon dalam siaran tertulis pada Minggu (18/10/2020).

Di tengah sejumlah isu politik dan ekonomi yang terus-menerus mendominasi perbincangan publik, isu pangan yang merupakan penopang kehidupan manusia, ditegaskannya tak boleh diabaikan.

Apalagi, di tengah-tengah ancaman virus Covid-19, kecukupan nutrisi adalah faktor yang sangat mempengaruhi daya tahan tubuh.

"Itu sebabnya, ketersediaan pangan untuk setiap orang haruslah terjamin sedemikian rupa," imbuhnya.

Baca juga: Hari Pangan Sedunia, Frisian Flag Indonesia Tekankan Kolaborasi Bersama Jaga Ketahanan Pangan

Lebih lanjut dipaparkannya, guna mencukupi ketersediaan pangan dalam negeri, melalui sejumlah regulasi, pemerintah makin membuka akses sektor pertanian bagi korporasi.

Dalam RUU omnibus law Cipta Kerja, misalnya, para pedagang dan importir diberi keleluasaan sangat besar.

Di atas kertas, sektor pertanian menurutnya memang harus dikelola sebagai bisnis.

Halaman
12
Editor: Dwi Rizki
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved