Pilkada Depok
DKR: Sangsikan Berobat Gratis dengan KTP Depok Program Pradi-Afifah Berati Tak Peduli Warga Miskin
Sangsikan program Pradi-Afifah berobat gratis dengan KTP Depok, maka orang tersebut tidak peduli dengan masyarakat miskin di Kota Depok.
Penulis: Dodi Hasanuddin | Editor: Dodi Hasanuddin
WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Program berobat gratis yang diusung pasangan Pradi Supriatna-Afifah Alia di Pilkada Depok 2020 mendapat sambutan hangat masyarakat Kota Depok.
Meski demikian banyak juga yang menyangsikan program tersebut.
Ketua Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Kota Depok, Roy Pangharapan, pun angkat bicara.
Roy mengatakan, bagi masyarakat Depok yang menyangsikan program Pradi-Afifah berobat gratis dengan KTP Depok, maka orang tersebut tidak peduli dengan masyarakat miskin di Kota Depok.
Sebab, program tersebut diperunutkan untuk masyarakat miskin.
"Orang-orang yang tak mendukung atau menyangsikan program berobat gratis dengan KTP Depok, maka orang itu tidak peduli dengan masyarakat miskin," kata Roy, Minggu (18/10/2020).
Menurut Roy, orang-orang yang tak mendukung program itu harus merasakan perihnya tak bisa berobat lantaran tak punya uang.
"Mereka harus merasakan ditolak rumah sakit lantaran tak punya uang. Nah, setelah merasakan saya yakin mereka pasti mendukung program ini," tutur Roy.
Baca juga: Pradi-Afifah Menang di Pilkada Depok Bantuan dari Pemerintah Pusat untuk Kota Depok Lancar
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDIP, Waras Wasisto, menyatakan bahwa program berobat gratis dengan KTP Depok tidak melanggar UU Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Program tersebut dapat dijalankan dengan payung hukum peraturan daerah.
Bila Pradi-Afifah menang, maka visi-misi mereka dimasukan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Depok.
Setelah itu dibuatkan Perda, sehingga anggaran tiap tahun ada.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pasangan-pradi-afifah.jpg)