Breaking News:

Banjir Jakarta

Wagub Gubernur DKI Ahmad Riza Patria Sebut Posko Pengungsian Banjir Sesuai Protokol Kesehatan

Pemprov DKI Jakarta memastikan posko pengungsian bila terjadi banjir bakal memenuhi standar kesehatan Covid-19.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Valentino Verry
istimewa
Banjir di Permukiman Warga di Jalan Puri Mutiara Ilir, RT 04/01 Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan pada Senin (5/10/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta memastikan posko pengungsian bila terjadi banjir bakal memenuhi standar kesehatan Covid-19.

Karena itu, selain memberikan logistik, pemerintah juga bakal memberikan masker dan para pengungsi dibuat berjarak agar tidak terjadi penularan Covid-19.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta telah mengatur konsep tersebut demi menghindari penularan Covid-19.

MAL Taman Anggrek di Jakarta Barat mulai beroperasi kembali, Kamis (16/1/2020), dengan menampilkan ornamen-ornamen khas Tionghoa untuk menyambut Tahun Baru Imlek. Mal ini tutup sejak dilanda banjir Jakarta pada awal tahun baru lalu.
MAL Taman Anggrek di Jakarta Barat mulai beroperasi kembali, Kamis (16/1/2020), dengan menampilkan ornamen-ornamen khas Tionghoa untuk menyambut Tahun Baru Imlek. Mal ini tutup sejak dilanda banjir Jakarta pada awal tahun baru lalu. (Istimewa)

Politisi Partai Gerindra ini melihat curah hujan saat sekarang cukup tinggi, sehingga pemerintah kemungkinan bakal membuat posko pengungsian guna mengantisipasi adanya banjir.

“Dari BPBD, pak Sabdo Kurnianto (Pelaksana tugas Kepala BPBD) sudah mengatur jumlah tempat pengungsian yang ditambah supaya jaga jarak antar pengungsi dapat terjaga,” kata pria yang akrab disapa Ariza ini,  Jumat (16/10/2020).

Ariza menyatakan, pembuatan posko penampungan tidak akan menemui kendala karena BPBD juga dibantu oleh para pemangku wilayah setempat.

Dari tingkat Lurah, Camat hingga Wali Kota di wilayah masing-masing juga turut membantu mencarikan tempat penampungan sementara itu.

bekas material reruntuhan pada saat terjadinya bencana banjir dan longsor di Jalan Damai Jalan Damai RT 04/02, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan (Jaksel) pada Sabtu, 10 Oktober 2020 malam.
bekas material reruntuhan pada saat terjadinya bencana banjir dan longsor di Jalan Damai Jalan Damai RT 04/02, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan (Jaksel) pada Sabtu, 10 Oktober 2020 malam. (Warta Kota/Rizki Amana)


Apalagi banjir merupakan hal rutin yang terjadi setiap tahun, sehingga mereka telah menentukan tempat yang baik untuk para pengungsi.

“Insya Allah nggak ada masalah mengenai tempat-tempat penampungan,” ujarnya.

Selain menyiapkan posko pengungsian, kata dia, pemerintah daerah lewat Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta juga menggiatkan pengerukan lumpur.

Program yang dinamakan Grebek Lumpur ini tidak hanya menyasar saluran besar seperti sungai, kali dan waduk.

Tapi juga membidik saluran mikro seperti drainase, saluran penghubung dan sebagainya.

Tim Respon Cepat IZI menyalurkan paket bantuan kepada korban banjir bandang dan longsor Garut. Aksi TRC IZI ini mendapat apresiasi dari Wakil Gubernur Jawa Barat, UU Ruzhanul Ulum
Tim Respon Cepat IZI menyalurkan paket bantuan kepada korban banjir bandang dan longsor Garut. Aksi TRC IZI ini mendapat apresiasi dari Wakil Gubernur Jawa Barat, UU Ruzhanul Ulum (dok izi)

Bahkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menerbitkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 52 tahun 2020 tentang Percepatan Peningkatan Sistem Pengendalian Banjir di Era Perubahan Iklim.

Surat yang ditetapkan Anies pada 15 September 2020 itu, memerintahkan sejumlah satuan perangkat kerja daerah (SKPD) untuk membantu menangani dan menanggulangi banjir di Ibu Kota.

Untuk SKPD yang terlibat di antaranya Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Wali Kota, Camat, Lurah, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, BPBD dan sebagainya.

“Semua genangan kami inventarisir, dan kami lakukan pengerukan namanya Grebek Lumpur," ujarnya.

"Kemudian kami membuat sodetan dan memastikan pompa air berfungsi, waduk-waduk, dan situ kami keruk dengan mengerahkan sumber daya yang dimiliki seperti ekskavator, truk dan sebagainya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kedaruratan pada BPBD DKI Jakarta Wardoyo mengatakan, untuk gambaran secara umum jumlah pengungsian dan pengaturan di lapangan dilakukan oleh Lurah setempat.

Namun, pelaksanaannya harus tetap mengedepankan jaga jarak antar pengungsi.

“Diarahkannya agar menyiapkan lokasi dua atau tiga kali lipat luasnya, dibanding tahun sebelumnya,” kata Wardoyo.

Jalan Puri Kembangan, Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat tergenang banjir 30 cm, Senin (5/10/2020) sore
Jalan Puri Kembangan, Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat tergenang banjir 30 cm, Senin (5/10/2020) sore (Istimewa)


Selain menjaga jarak, para pengungsi juga harus memakai masker dan menjaga kebersihan. Apalagi di tempat pengungsian cukup berpotensi terjadinya penyebaran penyakit.

“Protokol kesehatan wajib dilakukan selama di pengungsian,” ujar Wardoyo.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved