Breaking News:

Advertorial

Berkat Program JKN-KIS, Warga Kurang Mampu Kini Bisa Berobat Tanpa Khawatir Biaya yang Dikeluarkan

Sebelum kehadiran Program JKN-KIS, banyak dari warga yang tidak mampu enggan untuk berobat karena khawatir dengan biaya yang ditimbulkan.

Editor: Fred Mahatma TIS
jamkesnews.com
Sudiati (74), pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) peserta program JKN-KIS. 

“Seharusnya warga sadar program ini sangat bermanfaat dan wajib hukumnya untuk terdaftar. Didaftarkan bukan hanya ketika sakit dan dibutuhkan saja, tapi jadi perlindungan kesehatan untuk kita saat sehat," kata Sudiati.

"Sakit datangnya tiba-tiba, jadi persiapkan jaminan kesehatan kita dan keluarga sedini mungkin,” katanya lagi.

Pengalaman

Sudiati juga belajar dari pengalaman sebelumnya, anak laki-lakinya dulu masih ditanggung dengan tunjangan sebagai anak dari seorang PNS.

Ketika usia sudah di atas 21 tahun otomatis statusnya nonaktif tidak ditanggung, dan tidak diurus perpanjangannya.

Sekarang anaknya baru mengurus karena memiliki gejala tuberculosis dan akan mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Ia khawatir biaya yang ditimbulkan tidak sedikit terlebih lagi anaknya hanya pekerja serabutan.

Daftar saat sehat

Ia berterimakasih kepada BPJS Kesehatan karena sudah banyak membantu warga khususnya yang tidak mampu melalui Program JKN-KIS.

"Saya hanya mengingatkan bahwa lebih baik mendaftar ketika kita sehat, dibanding baru mendaftar ketika kita sakit. Tidak rugi kita mendaftar selagi kita masih sehat, karena banyak manfaat yang akan kita dapatkan dengan menjadi peserta JKN-KIS," paparnya.

"Intinya, saya ingin berterima kasih kepada Program JKN-KIS karena telah banyak membantu kami dalam mendapatkan kesejahteraan kesehatan," tutur Sudiati lagi. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved