Breaking News:

Pilkada Depok

Bawaslu Kota Depok Dorong Kampanye Online karena Banyak Terjadi Pelanggaran Protokol Kesehatan

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Depok mengeluarkan data terbaru hasil pengawasan yang dilakukan selama kegiatan kampanye di minggu kedua.

dok Bawaslu Depok
Ketua Bawaslu Kota Depok, Luli Barlini (jilbab merah) saat berfoto bersama jajaran Bawaslu Kota Depok 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Depok mengeluarkan data terbaru hasil pengawasan yang dilakukan selama kegiatan kampanye di minggu kedua yakni dari 6-15 Oktober 2020.

Dalam pengawasan yang dilakukan oleh Panwas Kelurahan dan Kecamatan ini, Bawaslu fokus pada kepatuhan peserta pemilihan agar tidak melakukan hal yang dilarang selama pelaksanaan kampanye sesuai peraturan perundang-undangan.

Koordinator Divisi Humas Hukum Data dan Informasi Bawaslu Kota Depok, Andriansyah, mengatakan pihaknya juga melakukan pengawasan giat kampanye apakah mematuhi standar protokol Covid-19 atau tidak.

Ketua Bawaslu RI, Abhan berfoto bersama jajaran Bawaslu Jabar dan Depok saat mengecek kesiapan ujian CAT Pamwascam Bawaslu Depok di SMA Muhammadiyah 2, Beji Timur, Depok, Jumat (13/12/2019).
Ketua Bawaslu RI, Abhan berfoto bersama jajaran Bawaslu Jabar dan Depok saat mengecek kesiapan ujian CAT Pamwascam Bawaslu Depok di SMA Muhammadiyah 2, Beji Timur, Depok, Jumat (13/12/2019). (WARTA KOTA/VINI RIZKI AMELIA)

"Berdasarkan data pengawasan yang terkumpul, terdapat 217 kegiatan kampanye yang tersebar di seluruh kecamatan se-Kota Depok," papar Andriansyah kepada Warta Kota, Jumat (16/10/2020).

Berdasarkan data Bawaslu, Kecamatan Sawangan menjadi kecamatan dengan frekuensi terbanyak terselenggaranya kegiatan kampanye pada 10 hari kedua yakni sebanyak 33 kegiatan. 

Sedangkan Kecamatan Limo masuk dalam kategori yang paling sedikit terselenggaranya kegiatan kampanye karena hanya ada enam kegiatan.

Dari 217 kegiatan kampanye, metode pertemuan tatap muka dan dialog masih mendominasi dengan persentase sebesar 84 persen, sementara pertemuan terbatas sebanyak sembilan persen.

Sedangkan untuk penyebaran bahan kampanye melalui pintu ke pintu ataupun langsung berada di 7 tujuh persen.

Sayangnya, pada masa kampanye di tengah pandemi Covid-19 ini, tak ditemukan adanya pertemuan dalam jaringan (daring) atau virtual.

"Bawaslu menilai kampanye dalam jaringan masih minim diselenggarakan karena beberapa kendala," tutur Andriansyah.

Halaman
12
Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Valentino Verry
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved