Breaking News:

Berita Video

VIDEO: Terapkan 3M, KPU Tangsel Sebut Pelaksanaan Pilkada Aman dari Penyebaran Covid-19  

Pasalnya, setiap tahapan yang dilakoni telah memenuhi penerapan protokol kesehatan berupa memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sab

Wartakotalive.com/Rizki Amana
Komisioner KPU Kota Tangsel Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat, Ade Wahyu Hidayat. 

WARTAKOTALIVE.COM, SETU - Selang beberapa bulan menuju hari pencoblosan Pilkada 2020 Kota Tangerang Selatan (Tangsel), KPU Kota Tangsel memastikan tahapan tersebut berjalan sesuai dengan penerapan protokol kesehatan. 

Pasalnya, setiap tahapan yang dilakoni telah memenuhi penerapan protokol kesehatan berupa memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun (3M). 

Komisioner KPU Kota Tangsel Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat, Ade Wahyu Hidayat mengatakan penerapan protokol kesehatan terus dilakukan pihaknya sesuai dengan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 13 Tahun 2020 yang mengatur penyelenggaraan KPU di tengah masa bencana non alam pandemi covid-19. 

Menurutnya penerapan protokol kesehatan oleh pihaknya telah dilakukan sejak proses penyeleksian panitia ad hoc hingga saat ini. 

"Yang dipraktikan KPU dalam rangka Pilkada di tengah pandemi covid-19 yaitu penetapan nomor urut. Penetapan nomor urut pasangan calon juga memenuhi protokol kesehatan, memakai APD serta membatasi peserta yang hadir pada saat tersebut," kata Ade saat ditemui di Gedung KPU Kota Tangsel, Setu, Jumat (16/10/2020).

"Nah ini bagian dari pada syiar kita kepada masyarakat bahwa dalam melaksanakan Pilkada ini KPU mengimbau kepada seluruh masyarakat semuanya mematuhi protokol kesehatan agar munculnya optimisme publik bahwa datang ke TPS benar-benar aman," lanjutnya. 

Ade menuturkan dengan melakukan penerapan 3M kepada para panitia ad hoc serta komisioner KPU Kota Tangsel, pihaknya mampu mengedukasi masyarakat terkait penanggulangan pandemi covid-19 saat berjalannya proses tahapan pemilihan kepala daerah itu. 

Pihaknya pun meyakini langkah tersebut dapat menjamin keberlangsungan tahapan Pilkada 2020 hingga masa pencoblosannya pada 9 Desember 2020 nanti. 

"Sosialisasi-sosialusasi kita sekarang jumlahnya hanya 30 audiensnya, ini bagaimana kita mematuhi protokol kesehatan agar dalam sosialisasi tersebut bisa jaga jarak dan wajib mematuhi protokol kesehatan. Jadi itu bagian daripada preventif kita untuk bagaimana meyakini masyarakat agar benar-benar datang ke TPS yang telah aman," pungkasnya. (m23) 

Penulis: Rizki Amana
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved