Breaking News:

Persita

Manajer Tim Persita I Nyoman Suryanthara Penundaan Liga 1 Berdampak Ke Mental Tim

Manajer Persita, I Nyoman Suryanthara menjelaskan dampak negatif ketidakpaatian kompetisi terjadi pada mental tim.

persitafc.com
Latihan perdana tim Persita setelah manajemen klub meliburkan sepekan buat pemain dan ofisial 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Tidak jelasnya masa depan kompetisi Liga 1 Indonesia berefek negatif kepada salah satu tim peserta Liga 1, yakni Persita Tangerang.

Manajer Persita, I Nyoman Suryanthara menjelaskan dampak negatif ketidakpastian kompetisi terjadi pada mental timnya.

"Kami di manajemen berpikir keras bagaimana caranya menjaga mental pemain dan asa-asa mereka, asa kita semua, bahwa kompetisi ini, khususnya tahun ini bisa diselenggarakan dengan baik," ujar Nyoman, Jumat (16/10/2020).

I Nyoman Suryanthara, Manajer Tim Persita Tangerang apresiasi apapun keputusan Federasi terkait lanjutan Liga 1
I Nyoman Suryanthara, Manajer Tim Persita Tangerang apresiasi apapun keputusan Federasi terkait lanjutan Liga 1 (persitafc.com)

Lanjutnya, apapun keputusan federasi nantinya, Persita akan apresiasi. Ia menilai federasi sudah bekerja keras sampai saat ini mencoba untuk menggulirkan kompetisi.

Baca juga: Gelandang Serang Persita Raphael Maitimo Kehilangan Sosok Mateo Bustos

Namun, ia menjelaskan pula keadaan lainnya.

"Kami harus berpikir jernih juga. Andai saja liga tidak bisa dimulai, kami harus bisa menjaga kondisi dan mental pemain, serta pelatih," tambah Nyoman lagi.

Skuad Persita Tangerang di kompetisi Liga 1 2020
Skuad Persita Tangerang di kompetisi Liga 1 2020 (persitafc.com)

Persita sendiri tak menapik jika situasi saat ini membuat pihaknya kecewa. Pasalnya Persita sudah jauh-jauh hari melakukan persiapan jelang bergulirnya kompetisi.

Baca juga: Uci Sanusi Masih Sabar Menanti Permainan Ciamik Persita Khususnya Kontribusi Pemain Asin

“Kalau bicara kecewa, ini kita sudah tujuh bulan terombang-ambing tanpa ada keputusan. Sekarang sudah mendekati akhir tahun, ya akhirnya mesti legowo juga. Mau lanjut atau stop, nanti apapun pilihannya, ya klub-klub yang akan menjalaninya."

"Apapun pilihannya, itu kita anggap pilihan terbaik. Kalau kecewa, mudah-mudahan enggak sih. Karena kita harus memikirkan juga, kalau manajemen kecewa, akhirnya bisa berdampak ke bawah-bawah. Jadi bagaimana caranya supaya kita bisa menghadapi situasi ini dengan kompak semuanya," tutup I Nyoman. (m21)

Penulis: Rafzanjani Simanjorang
Editor: Umar Widodo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved