Breaking News:

Kadisperindag Sebut Saat Ini UMKM Butuh Bantuan Modal Agar Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19

Selain itu pemasaran atau marketing juga menjadi permasalahan yang cukup banyak dihadapi oleh para IKM.

Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Juri saat menilai makanan sebuah Industri Kecil Menengah (IKM), di Ruang Soewiryo I Lantai 16 Gedung B Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (7/11/2018). 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG --- Hasil survei Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang 17,9 persen Industri Kecil Menengah (IKM) atau unit mikro kecil menengah (UMKM) di Kabupaten Tangerang berhenti beroperasi di tengah pandemi Covid-19.

Sedangkan IKM yang produksi normal 11,4% dan yang tetap melakukan produksi meskipun dalam kesulitan pandemi sebanyak 70,7%.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono, menjelaskan dari hasil survei tersebut pihaknya menyimpulkan bahwa yang paling dibutuhkan oleh perusahaan untuk tetap beroperasi atau bertahan dan dapat meningkatkan omset di masa pandemi ini adalah permodalan itu yang paling penting.

Menurutnya dengan bantuan permodalan bisa meningkatkan produktivitas dan terus lanjutkan beroperasi.

Selain itu pemasaran atau marketing juga menjadi permasalahan yang cukup banyak dihadapi oleh para IKM.

"Pemerintah Kabupaten Tangerang di tengah pandemi ini telah banyak melakukan kebijakan salah satunya untuk pemulihan dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat. Khususnya dunia usaha kecil, bantuan permodalan, bantuan subsidi bunga dan bantua lainnya, itu semua demi mendongkrak ekonomi masyarakat," ungkap Ujang, Kamis (15/10/2020).

Sementara itu, Hasanudin selaku Kepala Seksi Industri Menengah Besar pada Disperindag Kabupaten Tangrang mengungkapkan bahwa survei ini dilakukan dalam rangka mengetahui dampak dari Covid-19 terhadap industri kecil menengah di Kabupaten Tangerang.

"Kami telah mengirimkan kuesioner kepada 457 IKM yang ada di Kabupaten Tangerang. Namun yang merespon dan mengirimkan kembali kuesionernya hanya 140 IKM yang tersebar di Kabupaten Tangerang," ujar Hasanudin, Kamis (15/10).

Katanya, dari 140 IKM tersebut paling banyak terdapat di Kecamatan Kelapa Dua sebanyak 45 IKM.

Selanjutnya Pasar Kemis, Curug, dan Legok masing-masing 15 IKM, serta Panongan 10 IKM, dan Cikupa 9 IKM.

"Dari hasil survei tersebut didapati bahwa sebagian besar IKM sumber modalnya berasal dari pribadi sendiri sebanyak 121 IKM, 16 IKM berasal dari pinjaman perbankan 2 dari koperasi 1 pinjaman lainnya," ucapnya.

Dan dari 140 KM tersebut paling banyak mereka menghasilkan produk seperti makanan dan olahan makanan serta minuman maupun kuliner.

Namun dari 140 IKM ada 41,4% pekerja yang dirumahkan karena terdampak Covid-19 dan selebihnya 58,6% tidak di rumahkan.

"Di tengah pandemi ini IKM ada yang tidak berproduksi dan ada yang masih melakukan produksi, yang berhenti operasi 17,9% yang berproduksi normal 11,4% dan yang tetap melakukan produksi meskipun di tengah kesulitan pandemi sebanyak 70,7%," kata Hasanudin.

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved