Breaking News:

Buronan Kejaksaan Agung

Pengacara Irjen Napoleon Bonaparte Keberatan Kliennya Ditahan, Mengapa Sebut Akan Jadi Bola Liar

Pengacara Irjen Napoleon Bonaparte, Santrawan T Paparang, keberatan kliennya ditahan oleh penyidik Bareskrim Mabes Polri.

Editor: Hertanto Soebijoto
TRIBUNNEWS/IGMAN IBRAHIM
Mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte usai diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap penghapusan red notice Djoko Tjandra, di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (28/8/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pengacara Irjen Napoleon Bonaparte keberatan kliennya ditahan oleh penyidik Bareskrim Mabes Polri.

Santrawan T Paparang, kuasa hukum Irjen Napoleon Bonaparte, berkeberatan kliennya ditahan oleh penyidik Bareskrim, alasannya karena selama ini Napoleon telah bersikap kooperatif dalam pemeriksaan.

"Datang ke sini (Bareskrim) dengan pakaian (dinas) lengkap. Tiba-tiba datang surat penahanan, jadi persis ditahan hari ini," kata Santrawan di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (14/10/2020).

Menurut dia, Napoleon telah memintanya untuk membeberkan fakta hukum dalam kasus ini.

"Perintah beliau buka saja untuk fakta hukumnya, kami akan buka, tidak akan kami tutup-tutupi lagi," katanya.

Santrawan menegaskan bahwa kliennya tidak terlibat kasus ini.

Baca juga: Irjen Napoleon Bonaparte Resmi Ditahan Dalam Kasus Pencabutan Red Notice Djoko Tjandra

Baca juga: Ogah Kehabisan Waktu Jadi Alasan Polisi Tak Mau Tahan Irjen Napoleon Bonaparte dan Tommy Sumardi

Bahkan, dikatakannya, Napoleon tadinya hendak melaporkan tersangka Tommy Sumardi, namun belum tercapai karena dihalang-halangi.

Kendati demikian, pihaknya tidak merinci siapa yang menghalangi Napoleon untuk membuat laporan polisi.

"Kalau orang terima duit, apa berani dia melapor? Duit yang diduga diterima beliau (Napoleon) berdasarkan keterangan TS (Tommy Sumardi), di mana? Apa disita duit itu? Tidak ada (uang) yang disita, penyitaan uang tidak ada di tangan beliau (Napoleon)," paparnya.

Menurut dia, tuduhan terhadap Napoleon dalam kasus ini bisa menjadi preseden buruk penegakan hukum karena tidak ada barang bukti yang disita dari tangan Napoleon sebagai tersangka.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved