Breaking News:

Omnibus Law

Fahri Hamzah Sebut Mazhab UU Cipta Kerja dari Kapitalisme Cina, Mengaku Sudah Ingatkan Jokowi

Mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai Undang-undang Cipta Kerja tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga merampas hak-hak individu.

BIRO PERS SATPRES
Presiden Joko Widodo berbincang dengan Fahri Hamzah saat bertemu pimpinan DPR di Istana Kepresidenan, Senin (23/9/2019). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai Undang-undang Cipta Kerja tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga merampas hak-hak individu.

Undang-undang tersebut, katanya, juga merampas hak berserikat atau berkumpul, dan memberikan kewenangan luar biasa kepada lahirnya kapitalisme baru.

"Tradisi demokrasi yang demokratis selama ini, falsafahya akan diganti dengan nilai-nilai kapitalisme baru."

Baca juga: Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat, dan Anton Permana Jadi Tersangka dan Ditahan di Bareskrim

"Yang merampas hak-hak individual dan berserikat atau berkumpul," ujar Fahri Hamzah lewat keterangan tertulis, Kamis (15/10/2020).

"Mereka juga diberikan kewenangan untuk memobilisasi dana, tanpa dikenai peradilan."

"Ini anomali yang berbahaya sekali," sambung Fahri Hamzah.

Baca juga: Mahfud MD: Biaya Pilkada Mahal karena Ada Percukongan, 82 Persen Disponsori

Menurutnya, UU Omnibus Law Cipta Kerja diadopsi pemerintah dan DPR dari sistem komunis Cina.

Yang melihat kapitalisme baru ala Cina lebih menjanjikan ketimbang kapitalisme konservatif model Amerika Serikat dan Eropa.

"Dari situ diambil kesimpulan, kita harus mengambil jalan mengikuti pola perkembangan ekonomi kapitalisme Cina yang sebenarnya tidak cocok dengan kita."

Baca juga: Hasto Kristiyanto Ungkap Pemerintah Sempat Anggap PDIP Oposan karena Kritik UU Cipta Kerja

"Cina dikendalikan dengan sistem komunis, sementara Indonesia dikendalikan dengan sistem demokrasi," tuturnya.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved