Kabar Tangerang

Akibat Pandemi Virus Corona Sektor IKM Kabupaten Tangerang Mengalami Kebangkrutan

Hasil survei Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang sebanyak 17,9 persen Industri Kecil Menengah (IKM) berhenti beroperasi.

Penulis: Andika Panduwinata | Editor: Valentino Verry
dok. AP II
Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menunjukkan dokumen nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) tentang Pengembangan dan Pembinaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, yang baru saja ditandatangani, Jumat (14/8/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Hasil survei Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang sebanyak 17,9 persen Industri Kecil Menengah (IKM) berhenti beroperasi di tengah pandemi virus Covid-19.

Sedangkan IKM yang kondisinya tetap normal hanya 11,4 persen, dan sebanyak 70,7 persen tetap melakukan produksi meskipun dalam kesulitan.

Kepala Seksi Industri Menengah Besar Disperindag Kabupaten Tangrang, Hasanudin, mengungkapkan bahwa survei ini dilakukan dalam rangka mengetahui dampak dari Covid-19 terhadap IKM di Kabupaten Tangerang.

Presiden Jokowi bersama pelaku UKM di Istana Bogor, Selasa, 29 September 2020
Presiden Jokowi bersama pelaku UKM di Istana Bogor, Selasa, 29 September 2020 (Tribunnews.com)

"Kami telah mengirimkan kuesioner kepada 457 IKM yang ada di Kabupaten Tangerang. Namun, yang merespons dan mengirimkan kembali kuesionernya hanya 140 IKM yang tersebar di Kabupaten Tangerang," tuturnya, Kamis (15/10/2020).

Menurut Hasanudin, dari 140 IKM tersebut paling banyak terdapat di Kecamatan Kelapa Dua sebanyak 45 IKM.

Selanjutnya Pasar Kemis, Curug, dan Legok masing-masing 15 IKM, serta Panongan 10 IKM, dan Cikupa 9 IKM.

"Dari hasil survei tersebut didapati bahwa sebagian besar IKM sumber modalnya berasal dari pribadi sendiri sebanyak 121 IKM, 16 IKM berasal dari pinjaman perbankan, dua dari koperasi, satu pinjaman lainnya," ucapnya.

Dan dari 140 KM tersebut paling banyak mereka menghasilkan produk seperti makanan dan olahan makanan serta minuman maupun kuliner.

Dekranas menggandeng pertamina Dalam mengembangkan produk kerajinan seperti tas belanja dan masker untuk membantu kehidupan pelaku UKM di masa pandemi Covid -19.
Dekranas menggandeng pertamina Dalam mengembangkan produk kerajinan seperti tas belanja dan masker untuk membantu kehidupan pelaku UKM di masa pandemi Covid -19. (Ign Agung Nugroho)

Namun, dari 140 IKM ada 41,4 persen pekerja yang dirumahkan karena terdampak Covid-19 dan selebihnya 58,6 persen tidak dirumahkan.

"Di tengah pandemi ini IKM ada yang tidak berproduksi dan ada yang masih melakukan produksi, yang berhenti operasi 17,9 persen, yang berproduksi normal 11,4 persen dan yang tetap melakukan produksi meskipun di tengah kesulitan pandemi sebanyak 70,7 persen," kata Hasanudin.

Hal senada ditambahkan oleh Kepala Disperindag Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono.

Bupati Bogor Ade Yasin (kanan), Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bogor Asep Mulyana (Kedua dari kiri) dan Pemimpin Bank BJB Kantor Cabang Cibinong, Boy Panji Soedrajat (kedua dari kanan) berfoto bersama usai menyaksikan penandatanganan kerja sama antara  Bank BJB dan Dinkop UKM Kabupaten Bogor di Pendopo Bupati Bogor Cibinong, Rabu (9/9/2020).
Bupati Bogor Ade Yasin (kanan), Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bogor Asep Mulyana (Kedua dari kiri) dan Pemimpin Bank BJB Kantor Cabang Cibinong, Boy Panji Soedrajat (kedua dari kanan) berfoto bersama usai menyaksikan penandatanganan kerja sama antara Bank BJB dan Dinkop UKM Kabupaten Bogor di Pendopo Bupati Bogor Cibinong, Rabu (9/9/2020). (Warta Kota/Hironimus Rama)

Ia menjelaskan dari hasil survei tersebut pihaknya menyimpulkan bahwa yang paling dibutuhkan oleh perusahaan untuk tetap beroperasi adalah permodalan.

Menurutnya, dengan bantuan permodalan bisa meningkatkan produktivitas dan terus melanjutkan beroperasi.

Selain itu, pemasaran atau marketing juga menjadi permasalahan yang cukup banyak dihadapi oleh para IKM.

"Pemerintah Kabupaten Tangerang di tengah pandemi ini telah banyak melakukan kebijakan salah satunya untuk pemulihan dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat," katanya.

"Khususnya dunia usaha kecil, bantuan permodalan, bantuan subsidi bunga dan bantua lainnya, itu semua demi mendongkrak ekonomi masyarakat," tandas Ujang.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved