Liga 1

Tunggu Kick-off Liga 1 2020, Fisik Pemain Tira Persikabo Tetap Terjaga

Bek Tira Persikabo, Andy Setyo Nugroho, mengaku kondisi kebugaran tubuhnya tetap terjaga meski timnya sempat diliburkan satu pekan.

Penulis: Yudistira Wanne | Editor: Sigit Nugroho
Media Tira Persikabo
Para pemain Tira Persikabo menjalani latihan perdana di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP), Hambalang, Bogor, pada Senin (6/7/2020). 

Andy yang juga merupakan anggota TNI berpangkat Sersan Satu (Sertu) itu menjelaskan bahwa selama libur satu pekan dari 2-8 Oktober tersebut tidak berpengaruh kepada penurunan fisiknya.

"Dari sisi fisik dan kebugaran, saya dalam kondisi bagus dan sudah siap main. Sebab, tim latihan terus. Libur hanya satu pekan. Jadi, fisik kami tetap terjaga," ujar Andy.

Terkait banyaknya pemain dari seluruh tim kontestan yang menginginkan kompetisi berlanjut, Andy menilai bahwa hal tersebut terjadi lantaran sepak bola menjadi mata pencaharian.

"Banyak orang yang bergantung kepada berputarnya kompetisi. Jadi, kalau kompetisinya berjalan, mungkin sedikitnya ekonomi masyarakat bisa kembali bergeliat," jelasnya.

Andy pun berharap apabila kompetisi Liga 1 2020 kembali dilanjutkan pada November mendatang, semua pihak dapat menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Yang terpenting semua orang yang terlibat benar-benar mematuhi protokol kesehatan seperti anjuran pemerintah," terang Andy.

Ganggu Konsentrasi

Sementara itu, bek Tira Persikabo lain, Aditya Putra Dewa, mengatakan bahwa penundaan kompetisi Liga 1 2020 berdampak kepada psikis para pemain.

Aditya mengatakan bahwa dia bersama rekan satu timnya telah melakukan persiapan sejak 6 Juli lalu.

Mantan pemain tim PSIM Yogyakarta itu menambahkan bahwa tim berjuluk Laskar Padjajaran itu menjadi salah satu tim yang paling awal menggelar persiapan.

Dengan ditundanya kembali kompetisi dari 1 Oktober menjadi awal November dianggap menurunkan mood pemain.

"Pasti ada pengaruhnya ke psikis pemain, karena di saat semua sudah ready kami sudah persiapan lama mulai dari mental, fisik dan tim, malah tiba-tiba diundur lagi secara mendadak," ujarnya.

Aditya pun kecewa dengan penundaan jadwal Liga 1 2020 yang menurutnya sangat mendadak dan mengejutkan.

"Pasti sedikit kecewa ya karena H-2 sebelum digulir kembali kompetisi, baru keluar kalau kompetisi diundur lagi. Ini sangat mengejutkan," jelasnya.

Kendati demikian, Aditya mengembalikan semua keputusan itu kepada Federasi dan operator penyelenggara kompetisi Liga Indonesia yaitu PT Liga Indonesia Baru.

'Tetapi, semua kami serahkan ke yang lebih berwenang seperti PSSI dan PT Liga Indonesia Baru yang lebih tahu semuanya. Semoga ada solusi terbaik dari mereka," ungkapnya.

Sumber: Tribun Bogor
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved