Breaking News:

Omnibus Law

Keamanan Kurang Kondusif karena Demo, MRT Jakarta Tutup Layanan Operasionalnya Pukul 18.00 WIB

Pengguna MRT Jakarta dapat menggunakan kereta terakhir dari Stasiun Lebak Bulus Grab menuju Stasiun Blok M BCA pukul 17.41 WIB.

Editor: Mohamad Yusuf
Wartakotalive/Angga Bhagya Nugraha
Warga menggunakan moda transportasi massal MRT di Kawasan Stasiun Bundaran HI, Jakarta Pusat, Kamis (19/3/2020). PT MRT menganjurkan seluruh penumpangnya untuk dapat menerapkan jarak sosial atau social distances. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja, masih berlangsung hingga Selasa (13/10/2020) sore di sejumlah wilayah Jakarta.

Oleh karena itu melihat situasi keamanan yang kurang kondusif, maka PT MRT Jakarta (Perseroda) melakukan langkah antisipasi dengan menutup seluruh operasional stasiun dan kereta MRT Jakarta.

 Usai Aksi Demo Kemarin, ini Daftar Pintu Masuk Stasiun MRT Jakarta yang Buka, Jumat, 9 Oktober 2020

 Beredar Video Soeharto Temui Demonstran saat Unjuk Rasa 1967, Netizen Bandingkan dengan Jokowi

"Dengan demikian, jadwal layanan operasional MRT Jakarta hari ini (13/10/2020) hanya sampai dengan pukul 18.00 WIB," kata Muhamad Kamaluddin Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta, dalam siaran tertulisnya, Selasa (13/10/2020).

Pengguna MRT Jakarta, lanjutnya, dapat menggunakan kereta terakhir dari Stasiun Lebak Bulus Grab
menuju Stasiun Blok M BCA pukul 17.41 WIB, dan dari Stasiun Blok M BCA menuju Stasiun Lebak Bulus Grab pukul 17.41 WIB.

 Anggota Keluarga yang Diamankan Polisi saat Demo Tolak UU Omnibus Law, Membludak di Polda Metro Jaya

 Kecam Perusakan Halte, Transjakarta Mengaku Kerugian Mencapai Rp 45 miliar

PT MRT Jakarta (Perseroda) senantiasa akan memperkuat pengamanan sarana dan prasarana MRT Jakarta.

"PT MRT Jakarta (Perseroda) memohon maaf atas ketidaknyamanan seluruh pengguna MRT Jakarta, keselamatan dan keamanan pengguna merupakan prioritas kami," jelasnya.

13.000 Personel

Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana mengatakan pihaknya menyiagakan hingga 13 ribu personel gabungan TNI Polri untuk mengamankan jalannya aksi demonstrasi menolak Undang-undang Cipta Kerja (Ciptaker) yang dilakukan sejumlah elemen masyarakat serta mahasiswa, Selasa (13/10/2020).

"Untuk kekuatan kami mengamankan aksi demo oleh Aliansi Nasional Anti Komunis atau Anak NKRI serta sejumlah kelompok mahasiswa, kami siapkan 12 ribu sampai 13 ribu personel gabungan dari TNI dan Polri," kata Nana, Selasa (13/10/2020).

Personel gabungan ini kata Nana selain mengamankan lokasi sekitar aksi di Istana Negara serta di Gedung DPR, juga mengamankan sejumlah perkantoran dan sentra-sentra ekonomi.

Baca juga: Prabowo Subianto Sebut Demo Anarkis Tolak UU Cipta Kerja Dibiayai Asing: Ada Dalangnya, Anasir Ini

Baca juga: Hindari Pengrusakan Susulan, Transjakarta Putuskan Hentikan Layanan saat Unjuk Rasa UU Cipta Kerja

"Agar tidak ada perusakan di sejumlah perkantoran dan sentra ekonomi, sehingga kami jaga dan kami amankan juga. Selain mengamankan di sekitar Istana dam Gedung DPR," kata Nana.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved