Virus Corona

Inilah 3 Jenis Vaksin Virus Corona yang Sudah Uji Klinis akan Dipakai di Indonesia Bulan November

Rencananya, vaksin corona sudah akan tersedia di Indonesia pada bulan November 2020. Ada 3 macam vaksin

HANDOUT / ZYDUS CADILA / AFP
Hasil studi awal para ilmuwan Kings's College di Inggris menunjukkan kekebalan yang dimiliki pasien sembuh dari Covid-19 hanya bertahan beberapa bulan. Foto: Perusahaan farmasi Zydus Cadila pada 3 Juli 2020 merilis foto seorang pekerja farmasi yang memperlihatkan vaksin yang dikembangkan perusahaan itu untuk mencegah infeksi virus corona. 

Dari tiga perusahaan vaksin asal China tersebut, Pemerintah telah mengamankan 270 juta dosis vaksin Covid-19 untuk tahun depan.

Namun, jumlah itu masih kurang dari total kebutuhan awal, yakni 320 juta dosis.

Perlu diketahui, setiap orang akan mendapat jatah vaksinasi sebanyak dua kali dalam setahun.

Sisa kebutuhan vaksin, sekitar 50 juta dosis akan dipenuhi pada 2022.

”Dalam perencanaan untuk tahun 2021 itu sudah secure untuk kebutuhan 135 juta orang. Jumlah vaksin sekitar 270 juta untuk 2021. Sisanya nanti terus didorong untuk 2022,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat terbatas dengan Presiden Jokowi, Senin (12/10).

Baca juga: STUDI Terbaru, Virus Covid-19 Bisa Bertahan S9 Jam di Kulit Manusia Dibanding Influenza

Baca juga: Kulit Tetap Sehat Saat Pandemi Covid-19, Begini Cara Merawatnya

Airlangga mengatakan, penyediaan vaksin corona dari tiga perusahaan China itu sudah memasuki tahap final, seperti penyediaan 143 juta dosis vaksin corona dari Sinovac.

Menurutnya, pemerintah saat ini sudah memiliki perencanaan penyediaanya.

”Kemudian finalisasi dengan beberapa supplyer atau beberapa vaksin provider seperti Sinovac kita sudah punya schedule detail pengadaan 143 juta dan ini seluruhnya nanti awalnya akan kerja sama dengan Bio Farma,” terang Airlangga.

Sementara penyediaan vaksin corona dari Sinopharm ada 15 juta dosis di 2020. Kemudian, vaksin dari Cansino sebanyak 100 ribu dosis di akhir Desember dan 15 juta dosis di 2021.

Selain dengan Sinovac, Sinofarm, dan Cansino, Pemerintah kini juga tengah menjajaki kerja sama dengan produsen vaksin asal Inggris, AstraZeneca.

Airlangga mengatakan, ada 100 juta dosis vaksin yang dipersiapkan dalam kerja sama ini.

Untuk mengamankan kerja sama dengan AstraZeneca ini, Pemerintah harus membayar uang muka atau down payment (DP) sebesar USD 250 juta atau senilai Rp3,7 triliun.

Uang muka tersebut setara dengan 50 persen dari total harga yang harus dibayar pemerintah untuk pengadaan 100 juta vaksin corona.

Uang muka atau DP ini sudah diatur dalam Perpres 99 tahun 2020 tentang vaksinasi Covid-19. DP, kata Airlangga, memang perlu dibayarkan untuk pembelian vaksin yang masih dalam tahap uji klinis alias belum bisa diproduksi.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved