Breaking News:

Antisipasi Pelajar Ikutan Demo, Kadisdik Sarankan Wali Kelas Tambah Tugas PR Anak Didiknya di Rumah

"Jadi satu Kepsek memantau keseluruhan secara umum, kedua wali kelas memantau siswa binaannya," pungkasnya.

Warta Kota
Puluhan pelajar diamankan di Mapolres Tangsel saat akan mengikuti aksi demonstrasi tolak UU Cipta Kerja pada Kamis (8/10/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGSEL ---- Marakanya gelombang demonstrasi dari kalangan pelajar SMA menjadi sorotan pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan (Dindikbud Kota Tangsel).

Guna mengantisipasi keikutsertaan para siswa demo menolak Undang Undang Cipta Kerja, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Taryono, meminta wali kelas menambah tugas pekerjaan rumah anak didiknya.

"Kami sudah melakukan komunikasi dengan para kepala sekolah (Kepsek) untuk mengimbau agar orangtua bisa mengawasi anak-anaknya tidak keluar, tapi lebih fokus belajar di rumah," kata Taryono saat dikonfirmasi, Senin (12/10/2020).

Selain itu, kata Taryono pihaknya meminta agar para wali kelas dapat memonitor para muridnya saat pembelajaran jarak jauh berlangsung.

Ditambah, pemberian tugas-tugas sekolah guna menambah kegiatan belajar para siswa dari rumah.

"Jadi satu Kepsek memantau keseluruhan secara umum, kedua wali kelas memantau siswa binaannya," pungkasnya.

Secara tegas, kata Taryono, dirinya melarang para pelajar turun ke jalan ikut-ikutan berunjuk rasa.

"Ya melarang, alasannya kan harus belajar, kedua kan PSBB. Ditambah lagi jam belajar, absennya juga berjalan," kata Taryono.

Taryono mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan para guru dan orangtua siswa guna mengantisipasi keikutsertaan para pelajar tersebut.

Diwartakan sebelumnya, Sat Reskrim Polres Tangerang Selatan (Tangsel) mengamankan puluhan pelajar saat akan berpartisipasi dalam aksi demonstrasi tolak UU Cipta Kerja Omnibus Law bersama ribuan mahasiswa yang tumpah ruah ke jalan pada Kamis, 8 Oktober 2020.

Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Angga Surya Saputra mengatakan puluhan pelajar itu diamankan saat pihaknya sedang melakukan pengamanan jalannya ribuan massa yang berjalan beriringan menuju Istana Negara dari wilayah hukumnya.

Menurutnya pengamanan dilakukan pihaknya dikarenakan para pelajar tersebut berpotensi menimbulkan kekacauan saat berjalannya aksi tolak UU Cipta Kerja.

"Polres Tangsel mengamankan 93 Pelajar yang akan bergabung untuk demo di Jakarta dan berpotensi menimbulkan kekacauan," kata Angga saat dikonfirmasi, Tangsel, Kamis (8/10/2020).

Penulis: Rizki Amana
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved