Antisipasi Musim Hujan, Kelurahan di Kecamatan Ciracas Siapkan Lima Posko Pengungsian Korban Banjir

Di setiap kelurahan ada tiga sampai lima lokasi pengungsian yakni di masjid, musala, sekolah, pos RW, rumah warga, dan aula kantor kelurahan,

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Mohamad Yusuf
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Permukiman warga di Kebon Pala, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, terendam banjir, Senin (5/10/2020) karena hujan deras semalam. 

WARTAKOTALIVE.COM, CIRACAS - Setiap kelurahan di Kecamatan Ciracas akan menyediakan sebanyak lima posko pengungsian bagi korban banjir sebagai antisipasi datangnya musim hujan.

Camat Ciracas Mamad mengatakan penambahan posko pengungsian bagi korban banjir hingga lima titik tersebut dilakukan di lima kelurahan di Kecamatan Ciracas.

“Jadi di setiap kelurahan ada tiga sampai lima lokasi pengungsian yakni di masjid, musala, sekolah, pos RW, rumah warga, dan aula kantor kelurahan," kata Mamad, Senin (12/10/2020).

 Usai Aksi Demo Kemarin, ini Daftar Pintu Masuk Stasiun MRT Jakarta yang Buka, Jumat, 9 Oktober 2020

 Beredar Video Soeharto Temui Demonstran saat Unjuk Rasa 1967, Netizen Bandingkan dengan Jokowi

Penambahan posko pengungsian bagi korban banjir tersebut tidak hanya dilakukan di wilayah rawan banjir saja. Hal ini dilakukan agar tidak ada kerumunan korban banjir di lokasi.

Selain itu juga untuk mencegah penularan Covid-19 di wilayah Kecamatan Ciracas dimana sejumlah RW sempat tercatat masuk zona merah sehingga menerapkan PKBL.

“Penambahan posko pengungsian bagi korban banjir untuk mencegah kerumunan yang dikhawatirkan memicu penularan Covid-19,” kata Mamad.

Penambahan posko pengungsian itu dilakukan sebagai bagian dari upaya antisipasi menjelang musim hujan yang diperkirakan melanda Jakarta akhir bulan Oktober 2020.

"Masing-masing titik lokasi pengungsian nantinya diisi antara 15 sampai 30 jiwa. Jadi warga yang mengungsi dibagi agar tidak terjadi kerumunan," ungkapnya.

Sementara itu pihaknya juga akan membuat sumur resapan di lokasi rawan banjir dan saluran air dibersihkan dari sumbatan lumpur dan sampah untuk pencegahan banjir di Kecamatan Ciracas.

 Anggota Keluarga yang Diamankan Polisi saat Demo Tolak UU Omnibus Law, Membludak di Polda Metro Jaya

 Kecam Perusakan Halte, Transjakarta Mengaku Kerugian Mencapai Rp 45 miliar

Ganti Rugi

Warga yang rumahnya terendam banjir akibat ambruknya tembok PT Khong Guan di Gang Rukem, RW 08, Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, dipastikan dapat ganti rugi.

Lurah Ciracas, Rikia Marwan mengatakan bahwa pihaknya akan memantau setiap proses ganti rugi yang diminta warga terdampak banjir akibat ambruknya tembok PT Khong Guan.

“Kami pantau terus perkembangannya, tetap kita kawal karena sesuai dengan arahan Pak Wali Kota juga. Kita tetap kawal dari tahapan demi tahapan,” ungkap Rikia, Selasa (13/10/2020).

 Usai Aksi Demo Kemarin, ini Daftar Pintu Masuk Stasiun MRT Jakarta yang Buka, Jumat, 9 Oktober 2020

 Beredar Video Soeharto Temui Demonstran saat Unjuk Rasa 1967, Netizen Bandingkan dengan Jokowi

Rikia menambahkan saat ini ada tim yang telah dibentuk pengurus RW bersama perwakilan PT Khong Guan mendata kerusakan akibat banjir yang disebabkan ambruknya tembok pabrik.

“Infonya pihak RW sedang bentuk tim, mereka berkonsultasi dengan pihak Khong Guan, sudah dilayani, diantisipasi, diawali dengan pendataan dulu,” ucap Rikia.

Nantinya hasil dari pendataan itu akan diserahkan langsung kepada PT Khong Guan. Proses ganti rugi baru akan berjalan ketika daftar kerugian sudah disetujui oleh kedua belah pihak.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved